Lutut Kopong, Pertanda Kecanduan Masturbasi? - Male Indonesia
Lutut Kopong, Pertanda Kecanduan Masturbasi?
MALE ID | Sex & Health

Kaum adam mungkin sering mendengar pepatah bahwa salah satu tanda kecanduan masturbasi adalah lutut kopong. Hal itu ternyata hanyalah mitos. Sebab, masturbasi tidak akan membuat lutut Anda kopong.


Photo by rawpixel.com from Pexels

Seberapa sering masturbasi dapat menyebabkan kecanduan? Menurut Dan Drake, MFT, LPCC, terapis kecanduan seks dan konselor klinis, tidak ada yang namanya kecanduan masturbasi.

“Seberapa sering Anda bermasturbasi, hal itu bukan masalah kalau tidak memengaruhi kehidupan Anda dalam artian negatif,” katanya kepada Mens Health.

Namun ketika masturbasi berdampak negatif bagi hidup Anda, para pakar menyebut ada baiknya mengurangi aktivitas tersebut. Contohnya:

Masturbasi bikin Anda menyakiti diri sendiri
Beberapa pria kecanduan masturbasi hingga menyakiti diri mereka sendiri, kata Tobias Kohler, MD, ahli urologi di Southern Illinois University. Misalnya, dengan menimbulkan cedera pada Mr P seperti lecet. Kondisi bisa lebih serius, seperti penyakit peyronie’s atau jaringan luka yang menumpuk di bagian kepala penis. Ini disebabkan tekanan berlebih saat sedang masturbasi.

Berimbas pada rutinitas
Mereka yang kecanduan masturbasi biasanya menghindari beberapa agenda berkumpul dengan teman atau terlambat ke kantor karena sibuk masturbasi. Jika kebiasaan masturbasi mengganggu kehidupan sosial dan pekerjaan, ada yang perlu diperbaiki.

Enggan berhubungan intim
Masturbasi dapat dipicu dari film dewasa. Jika Anda mengalami hal ini dan enggan berhubungan intim yang sesungguhnya, artinya ada masalah.

Pada dasarnya, jika Anda terus-terusan menonton film dewasa yang sama dan menggunakan gerakan tangan itu-itu saja saat masturbasi, otak dan tubuh terprogram untuk bisa orgasme hanya dengan cara tersebut.

Apabila Anda sudah menyadari adanya masalah dengan kebiasaan masturbasi, segera lakukan sesuatu.

“Tidak ada sesuatu yang tak sehat atau bermasalah soal masturbasi. Tapi jika sampai merusak hidup Anda, maka ini sudah termasuk kebiasaan yang membahayakan,” kata Drake, mengutip dari Men’s Health.

Drake menekankan kondisi ini sebagai dua hal, yakni benar-benar berhenti melakukan masturbasi sama sekali, setidaknya untuk sementara. Atau mencoba pendekatan dengan memberi aturan, misalnya hanya masturbasi di malam hari. Bisa juga masturbasi dibantu oleh pasangan. [GP]

SHARE