Eks Vokalis Black Flag Sindir Donald Trump - Male Indonesia
Eks Vokalis Black Flag Sindir Donald Trump
MALE ID | News

Eks vokalis Black Flag sekaligus legenda punk rock, Henry Rollins meramalkan bahwa Presiden Amerika, Donald Trump kemungkinan akan memenangkan masa jabatan kedua di tahun 2020 mendatang.


Photo: wikimedia commons

Namun ia menyebut, hal itu akan mempercepat perubahan di negara yang ia dan pendukungnya khawatirkan. “Saya pikir itu bakal meledak di wajah mereka,” katanya kepada Daily Beast.

“Apa yang terjadi sekarang adalah orang-orang muda mengatakannya sebagai bagian dari pekerjaan mereka hari ini. Selain menjadi anak muda berusia 17 tahun, adalah untuk tidak menjadi rasis, tidak memanggil seseorang menyebalkan.”

“Saya tidak akan menjadi misoginis seperti paman aneh yang keluar saat makan malam Thanksgiving. Seperti, itu salah satu pekerjaan saya, adalah untuk tidak mengulangi ini,” ujar Henry Rollins.

Rollins juga mengatakan kepada para pendukung Trump suatu pengingat akan kematian mereka sendiri mengingat usia mereka. “Secara harfiah, demografis mereka sedang sekarat. Tempat mereka adalah generasi yang lebih muda dan toleran, serta menunjukkan sikap punk mereka di luar musik.”

“Itulah yang akan terjadi. Saya pikir nantinya ada penolakan besar terhadap kefanatikan yang benar-benar kuno ini. Jadi saya pikir, apa yang Anda lihat sekarang adalah ‘penjaga tua’ itu menendang dan menjerit saat sekarat. Bagi saya, itu adalah punk rock saat ini,” kata Rollins.

Sebagai catatan, selama perjalanan karier di kancah punk rock, Black Flag adalah satu dari sekian banyak band yang tergolong radikal. Betapa tidak, grup asal California tersebut kerap menyuarakan tema anti politik di tiap rangkaian materi mereka, diselipi terpaan isu sosial dan personal seperti kemiskinan, paranoia hingga neurosis.

Di antara jajaran frontman yang pernah mengisi posisi vokal Black Flag, tentu nama Henry Rollins paling layak diperhitungkan. Berkat dirinya, Black Flag bertransfomasi menjadi sebuah raksasa di dunia musik punk rock.

Hanya saja, ia meninggalkan posisinya pada tahun 1986. Rollins lalu memutuskan untuk berkarier sebagai penyair, sebelum akhirnya beralih sepenuhnya di tahun 2004 menjadi seorang disc jockey (DJ), kolektor, sejarawan punk rock, politik dan kolumnis budaya.

Sampai saat ini, ia masih aktif berkeliling dunia untuk menyuarakan isu sensitif seputar sosial, politik, dan kemiskinan. [GP]

SHARE