Hakim Ziyech, Bintang Kebanggaan dari Tanah Afrika - Male Indonesia
Hakim Ziyech, Bintang Kebanggaan dari Tanah Afrika
MALE ID | Sport & Hobby

Pada musim 2018/2019 lalu, Hakim Ziyech menjalani karier terbaiknya dengan Ajax Amsterdam. Ia adalah salah satu ‘bintang emas’ dalam skuat arahan Erik ten Hag yang mendapat perhatian lebih dari pemandu bakat klub top Eropa. Namanya sejajar dengan Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, dan David Neres.


Photo: wikimedia commons

Kiprah Ajax musim lalu mencuri perhatian pecinta sepak bola Eropa, media, dan pengamat sepak bola. Dan Ziyech menjadi motor penggerak Ajax yang membawa tim melaju hingga semifinal Liga Champions 2018/2019, meski harus tersingkir usai kalah dari Tottenham Hotspur.

Kendati banyak klub papan atas Eropa cenderung gemar mengoleksi pemain bintang untuk mengejar prestasi instan, Ajax Amsterdam masih tetap memegang teguh akan prinsip yang mereka miliki.

Bahkan, Ajax juga setia mengorbitkan produk akademi dan memberinya kesempatan bermain di tim utama, serta tetap setia memainkan sepak bola ofensif yang sudah ditanamkan dari era Rinus Michels di medio awal 1970-an.

Bisa dikatakan, Hakim Ziyech beruntung terlahir di Dronten, Belanda, walau darah asli Maroko mengalir dalam tubuhnya. Tempaan sepak bola Belanda mengasahnya jadi pemain yang cerdas hingga dia layak dijuluki sang bintang dari tanah Maroko.

“Ia (Ziyech-red.) adalah salah satu pemain yang selalu bermain sangat baik tiap musimnya. Dia tipe pemain yang jika Anda melihatnya beraksi, maka Anda akan bahagia,” tutur mantan gelandang serang Ajax, Steven Pienaar, seperti dikutip dari Squawka.

“Dia pesepakbola yang sempurna, tapi underrated (tidak terlalu disorot meski bagus). Anda tahu, jika dia bukan orang Eropa, Anda akan selalu dinilai demikian.”

Berkat penampilan impresifnya bersama Ajax, Ziyech lantas menjadi buruan sejumlah klub papan atas Eropa, di antaranya Arsenal, Sevilla hingga Bayern Munich.

Pasca menegaskan komitmennya untuk bertahan di Ajax, ia mengungkapkan sempat punya kesempatan pindah ke Bayern selain menolak tawaran dari Sevilla.

“Saya sangat menikmati bermain untuk Ajax. Terasa baik memasuki musim keempat di sini,” kata Ziyech, melansir dari AD.

“Sebuah transfer bukan hal sakral bagi saya. Jika klub yang tepat tidak datang, maka ya sudah. Saya meneken kontrak baru dan tentunya tetap bertahan di Ajax,” katanya lagi. [GP]

SHARE