Lollapalooza, Festival Musik Tandingan dari Musisi - Male Indonesia
Lollapalooza, Festival Musik Tandingan dari Musisi
MALE ID | News

Saat ini, banyak musisi menggelar festivalnya sendiri, seperti Deftones dengan Dia De Los Deftones, Wilco dan Solid Sound Festival, atau Slipknot dan Knotfest. Namun, salah satu festival musik buatan musisi terbesar sekarang adalah Lollapalooza.


Photo: wikimedia commons

Sejak digelar pertama kali pada tahun 1991, festival Lollapalooza masih bertahan. Tidak aneh rasanya, mengingat ketenarannya yang bukan main.

Festival ini digagas Perry Farrel sebagai pesta selamat tinggal untuk Jane’s Addiction. Ia merencanakannya di tahun 1990. Berbeda dari festival musik yang digelar dalam satu waktu di suatu tempat, Lollapalooza lebih mirip karnaval atau sirkus keliling. Awalnya, festival ini diadakan di beberapa kota di Amerika Serikat hingga Kanada.

Lollapalooza edisi perdana menyuguhkan sederet musisi lintas genre. Lineup beragam, mulai Siouxsie and the Banshees, Nine Inch Nails, sampai Ice-T. Festival ini hadir dari pertengahan Juli hingga akhir Agustus, dan terbilang cukup sukses.

Konsep lain yang membedakan Lollapalooza adalah acara non-musik. Ada sejumlah sirkus, freak show bahkan biksu Shaolin seakan melebarkan subkultur rock era 90-an. 

Tenda pameran seni, game dan meja informasi kelompok politik atau organisasi budaya tandingan pun ada. Festival ini berhasil menjadi gelaran ‘aneh’ yang menggambarkan betul estetika dekade tersebut.

Jatuh Bangun Festival Lollapalooza
Di tahun 1992 dan 1993, Lollapalooza memuat lebih banyak band grunge dan meningkatkan booth interaktif seperti tattoo dan piercing, spoken word, open-mic, serta area “penghacuran televisi”.

Tak luput penambahan panggung menjadi dua. Di medio ini, Lollapalooza membesar dan sangat dinantikan pecinta musik di AS.

Nirvana bahkan sempat menjadi headliner festival ini di edisi 1994. Naasnya, mereka harus keluar dari daftar penampil ketika jenazah Kurt ditemukan di kediamannya. Alhasil, Courtney Love, mantan istri Kurt, memainkan dua lagu untuk Kurt di setiap kota yang dikunjungi Lollapalooza.

Kejatuhan Lollapalooza terjadi di tahun 1996. Farrell, jiwa dari festival ini, memutuskan fokus memproduseri proyek festival terbarunya dan tidak terlibat menggarap Lollapalooza tahun 1996.

Masalahnya, kala itu Metallica dijadwalkan tampil sebagai headliner. Keputusan ini direspon negatif oleh penonton setia, dan dianggap berseberangan dari visi Lollapalooza, menampilkan aksi-aksi non-mainstream.

Ditunjuknya Metallica seolah menggambarkan sikap terlalu mementingkan headliner dan tidak menaruh perhatian kepada band lain. Farrell juga merasa, image Metallica yang ‘jantan’ tidak sejalan dengan visi perdamaiannya di Lollapalooza.

Pada 1997, Lollapalooza mencoba membuka panggung band elektrik. Mereka mengundang The Orb dan The Prodigy sebagai ujung tombak festival. Sayangnya, mereka tidak berhasil mengamankan headliner di tahun 1998 dan memutuskan berhenti.

Momen Kebangkitan
Di tahun 2003, Farrell aktif bersama Jane’s Addiction, dan Lollapalooza. Festival ini digelar di 30 kota, dari Juli hingga Agustus. Tahun berikutnya, Lollapalooza menjanjikan dua hari di setiap kota yang mereka kunjungi. Namun rencana ini dibatalkan karena gagal mengamankan jumlah penonton minimum.

Menyikapi hal tersebut, Farrell menggandeng pihak luar seperti C3 Presents dan William Morris Agency untuk memproduseri Lollapalooza.

Akhirnya, Lollapalooza 2005 sukses dengan menghadirkan sekitar 65.000 penonton. Melalui format baru, festival ini terus berkembang. Sekarang, mereka bisa mencapai 300.000 penonton selama tiga hari dan memuat 170 band di delapan panggung.

Lollapalooza 2019 yang telah digelar awal Agustus lalu menampilkan headliner macam Childish Gambino, Twenty One Pilots, The Strokes, Tame Impala, The Chainsmokers, serta banyak lagi.

Festival ini merupakan bukti nyata dari festival musik besutan musisi yang masih bertahan. Visi Lollapalooza yakni perlawanan terhadap arus utama. Sederhananya, gelaran yang memungkinkan budaya tandingan merajalela. [GP]

SHARE