6 Jenis Panjat Tebing yang Perlu Anda Ketahui - Male Indonesia
6 Jenis Panjat Tebing yang Perlu Anda Ketahui
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Panjat tebing atau dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. 

Gambar oleh Shri ram dari Pixabay 

Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu. Olahraga panjat tebing juga merupakan olahraga yang membutuhkan kekuatan fisik, terutama kekuatan jari jemari, kekuatan tangan dan ketahanan fisik. 

Peralatan yang digunakan tidak untuk membantu memanjat, namun hanya digunakan untuk pengaman. Sedangkan untuk menyelesaikan rute harus dengan kekuatan fisiknya tanpa bantuan apapun. Nah, bagi Anda yang ingin memulai olahraga ini, harus tahu beberapa jenis olahraga panjat tebing. Merangkum dari berbagai sumber berikut ini jenis-jenis yang ada di dalamnya.

Panjat Tebing Bebas 
Panjat tebing bebas biasanya dilakukan di alam terbuka seperti di tebing curam atau gunung. Untuk menyusuri rutenya tidak disertai tim keselamatan, namun sejatinya panjat tebing ini tidak ada bedanya dengan panjat tebing pada umumnya. Kekuatan fisik serta keterampilan jari-jari dan menggunakan tali sangat menjadi kunci utama dalam olahraga yang satu ini.

Bouldering
Bouldering merupakan panjat tebing yang tebingnya tergolong pendek. Rute yang dilaluinya pun tidak begitu panjang. Namun tidak jarang rute yang dibuat bertingkat dengan tingkat kesulitang yang sangat tinggi. Dengan begitu sistem keamanan tidak mesti menggunakan tali, melainkan sistem keamanannya menggunakan papan atau matras yang empuk untuk diletakkan di bawah panjat tebing.

Buildering
Hampir sama dengan bouldering, hanya saja arena pemanjatan bukannya tebing alam melainkan konstruksi buatan manuasia yang dibangun bukan untuk tujuan olah raga panjat tebing seperti gedung bertingkat, jembatan, tower, tiang dll.

Toproping
Jenis panjat tebing ini diibaratkan dengan tali timba di sumur. Ember dianggap sebagai pemanjat, penimba dianggap sebagai pembelay sedangkan katrol dianggap sebagai jangkar pengaman (anchor) yang berada di puncak tebing. 

Pada saat pemanjat mulai memanjat tali yang mengambang/terulur (slack) ditarik oleh pembelay sehingga jika pemanjat jatuh dia tidak akan jatuh ketanah melainkan menggantung seperti ember timba yang menggantung ditengah sumur. Setelah pemanjat sampai dipuncak, pembelay mengulurkan tali untuk menurunkan si pemanjat ke tanah.

Lead Climbing 
Pendakian lead climbing adalah pendakian yang dilakukan selama berhari-hari. Panjat tebing pendakian jenis lead climbing dilakukan pada perjalanan pendakian gunung atau kemping. Sehingga dalam pendakian lead climbing peserta harus membawa tenda dan bekal untuk istirahat, tidur, dan makan.

Ada tiga jenis panjat tebing pendakian lead climbing, yaitu Ice Climbing (memanjat es), Mixed Climbing (memanjat campuran tebing batu dan es) dan Mountaineering/Alpine Climbing (memanjat gunung-gunung tinggi melewati gunung salju, glasier dan puncak-puncak bukit).

Solo Clambing
Panjat tebing ini bisa dibilang mirip seperti panjat tebing bebas. Hanya saja aktivitas memanjat dilakukan solo dan tidak dilindungi tali. Meski tanpa perlindungan tali panjat tebing yang dilakukan masih cukup karena lokasi pendakian di bawahnya terdapat kolam. Sehingga bila pendaki terjatuh, pedaki tetap aman jatuh ke air. *** (SS) 

SHARE