Waduh, Organ Vital Anda Tersangkut di Miss V - Male Indonesia
Waduh, Organ Vital Anda Tersangkut di Miss V
Gading Perkasa | Sex & Health

Organ vital pria atau Mr P bisa terjebak dalam Miss V saat berhubungan intim. Kejadian ini memang sangat jarang ditemui, sehingga banyak orang yang mempertanyakan kebenarannya.


Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Menurut terapis seks bersertifikat, Janet Brito, kondisi terjebaknya organ vital pria di dalam Miss V dikenal dengan istilah penis captivus. Mr P yang tersangkut bisa diakibatkan vaginismus, yakni ketika organ wanita secara tidak sengaja menutup karena kejang otot di dasar panggul.

“Apabila penis captivus terjadi, efeknya kemungkinan sangat sementara. Jika kedua pasangan rileks dan bersabar, maka otot menjadi rileks, memungkinkan kedua organ intim itu berpisah,” kata Brito, seperti dikutip Medical News Today.

Bagaimana Mr P bisa ‘terkurung’? Brito menjelaskan, ketika pria bergairah, maka aliran darah meningkat, sehingga menghasilkan ereksi untuk berhubungan intim. Sedangkan pada wanita, dinding Miss V rileks dan vulva melumasi persiapan penetrasi seksual.

“Dinding vagina terdiri dari jaringan otot, yang mengembang dan berkontraksi pada waktu yang berbeda saat berhubungan seks, seperti orgasme. Kontraksi ini bisa sangat kuat, dan kadang-kadang lebih kuat dari biasanya,” kata Brito.

Namun, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, organ wanita dapat berkontraksi dengan kekuatan cukup untuk melekat pada Mr P. Hal ini yang bisa membuat organ tersebut sulit dikeluarkan.

Seperti dilaporkan Healthline, Mr P yang terisi darah selama ereksi ukurannya akan terus membesar sebelum orgasme. Dinding Miss V yang terbuat dari jaringan otot pun membesar, dan berkontraksi. Otot di dalamnya bisa berdenyut sedikit selama orgasme.

Setelah orgasme, otot-otot Miss V akan mulai rileks. Jika pria juga mencapai orgasme, darah akan mengalir dari Mr P dan ereksi pun berkurang. Anda mungkin bisa mengeluarkan organ vital dari Miss V begitu peristiwa ini terjadi.

Waktu yang Diperlukan
Kata Brito, waktu yang diperlukan untuk menjadi rileks sangat bervariasi. Darah pada akhirnya akan mengalir menjauh dari penis, dan selanjutnya berubah lebih kecil dan lebih lembut. “Ketika salah satu atau kedua hal ini terjadi, bisa berpisah,” tuturnya. [GP]

SHARE