Instagram Tingkatkan Keamanan Bagi Penggunanya - Male Indonesia
Instagram Tingkatkan Keamanan Bagi Penggunanya
Gading Perkasa | Digital Life

Instagram mendepak mitra perusahaan pemasaran dari platform media sosial tersebut pasca perusahaan ketahuan mengumpulkan data pribadi pengguna secara diam-diam. Data pengguna yang diambil adalah lokasi, informasi di profil, hingga foto agar bisa membuat iklan lebih tepat sasaran.


Photo by freestocks.org from Pexels

Seperti dilansir dari Cnet, perusahaan yang dimaksud bernama Hyp3r. Selain itu, Hyp3r juga dilaporkan mengumpulkan Instagram Stories yang sesungguhnya dirancang menghilang setelah 24 jam dan tidak dapat diakses di Application Programming Interface (API) Instagram.

“Tindakan Hyp3r tidak disetujui dan melanggar kebijakan kami. Sebagai hasilnya, kami telah menghapusnya dari platform kami. Kami juga telah melakukan perubahan produk yang seharusnya membantu mencegah perusahaan lain dari mengumpulkan (scrapping) halaman lokasi publik dengan cara ini,” kata juru bicara Instagram.

Hyp3r mengumpulkan data dari halaman lokasi Instagram, menyoroti foto-foto akun Instagram yang telah memiliki tag lokasi. Halaman lokasi ini bisa dilihat siapa saja, bahkan tanpa login sekalipun.

Pemutusan kerja sama dengan Hyp3r juga membuat Instagram harus melakukan update ke platform. Pembaruan ini memutus akses ke halaman tersebut apabila pengguna tidak login ke akun Instagram.

Sebagaimana dikutip dari Business Insider, Hyp3r membantah telah melanggar aturan Instagram. Mereka berpendapat bahwa mengakses data publik di Instagram dengan cara ini adalah sah dan dapat dibenarkan. Hyp3r yakin, masalah ini akan diselesaikan segera.

Hyp3r disebut tidak mengakses data non publik apa pun dari pengguna Instagram yang menetapkan pengaturan privasi profil mereka menjadi private.

“Hyp3r selalu menjadi sebuah perusahaan yang memungkinkan pemasaran otentik dan menyenangkan, sesuai dengan peraturan privasi konsumen dan Ketentuan Layanan jejaring sosial,” kata CEO Hyp3r, Carlos Garcia.

“Kami tidak melihat konten atau informasi apa pun yang tidak dapat diakses secara publik oleh semua orang secara online.

Sebelumnya, pemilik Instagram, Facebook telah diawasi pengawasan sejak tahun 2018 lalu karena masalah Cambridge Analytica. Perusahaan tersebut menyalahgunakan data pengguna Facebook menjelang pemilihan presiden AS 2016.

Sejak saat itu, CEO Facebook, Mark Zuckerberg telah bersaksi di depan Kongres dan Parlemen Eropa untuk menjelaskan penanganan data pengguna Facebook. [GP]

SHARE