Terlalu Banyak Makan Daging Bisa Sebabkan Sembelit - Male Indonesia
Terlalu Banyak Makan Daging Bisa Sebabkan Sembelit
Sopan Sopian | Sex & Health

Konstipasi atau sembelit adalah keluhan pada sistem pencernaan yang paling umum dan banyak ditemui. Bahkan diperkirakan sekitar 80% manusia pernah mengalami konstipasi atau sembelit.


Photo: Robert-Owen-Wahl dari Pixabay 

Melalui keterangan tertulisnya, akademisi dan praktisi kesehatan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH menerangkan mengonsumsi daging secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit atau sulit buang air besar karena tubuh kekurangan serat.

"Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya," tuturnya.

Oleh karena itu, Ari yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menganjurkan masyarakat yang akan mengonsumsi banyak daging perlu diimbangi juga dengan banyak mengonsumsi sayur-sayuran.

Selain itu, lanjut Arif, konsumsi daging kambing berlebih juga bisa berdampak pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit GERD yaitu penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kerongkongan.

"Maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERD-nya," kata dia.

Selain itu juga bisa memicu efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Daging kambing dan daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh, dan lemak jenuh ini banyak mengandung LDL atau lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah baik di otak maupun jantung.

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Namun Ari mengingatkan agar tidak mengonsumsi daging baik itu sapi atau kambing secara berlebihan.

"Daging kambing dan sapi memang mengandung zat gizi yang kita butuhkan, tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita," kata Ari.

Dia mengingatkan agar masyarakat jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus. *** (SS)

SHARE