Scary Stories, Kisah Horror yang Menjadi Kenyataan - Male Indonesia
REVIEW FILM
Scary Stories, Kisah Horror yang Menjadi Kenyataan
MALE ID | Review

Film Scary Stories to Tell in the Dark merupakan film bergenre horror-thriller yang diangkat dari kumpulan cerita pendek horor klasik karya Alvin Schwartz dengan judul yang sama. Buku ini menjadi buku horror anak-anak terlaris di era 80-an.

Untuk menghidupkan kumpulan cerita klasik dalam film Scary Stories to Tell in the Dark, Guillermo Del Toro yang duduk di kursi produser menggandeng sutradara Andre Ovredal. Selain itu, Guillermo Del Toro juga menggandeng pemain-pemain muda berbakat seperti Zoe Margaret Colletti, Michael Garza, dan Gabriel Rush.

Ringkasan
Film Scary Stories to Tell in the Dark dimulai dengan perayaan Halloween tahun 1968 di kota kecil Mill Valley. Kota kecil itu memiliki kisah legenda urban 'Sarah Bellows'. 

Sarah bukanlah wanita biasa, Sarah adalah anak keluarga Bellows yang di kurung karena memiliki kekuatan sihir. Sarah juga gemar menceritakan kisah seram dari balik tembok rumahnya pada anak-anak Mill Valley.

Perayaan Halloween tahun itu mungkin menjadi perayaan paling mengerikan sekaligus tak terlupakan bagi Stella (Zoe Margaret Colletti), Auggie (Gabriel Rush), Chuck (Austin Zajur), dan Ramon (Michael Garza).

Stella yang menyukai cerita-cerita horror dan hafal betul legenda di kota kecilnya itu, mengajak Ramon dan dua sahabatnya ke sebuah rumah tua berhantu. Rumah itu konon merupakan rumah keluarga Bellows, dan legenda 'Sarah Bellows' berasal dari rumah tersebut.

Di dalam rumah itu, Stella menemukan buku harian Sarah. Tak diduga, buku harian itu menjadi titik awal teror. Karena catatan harian Sarah kemudian menuliskan cerita horornya sendiri. Anehnya, cerita yang tertulis sendiri itu menjadi sebuah kisah nyata. 

Setiap nama yang menjadi cerita di atas buku harian Sarah itu, akan didatangi oleh makhluk-makhluk yang ditakuti sang korban. Tidak hanya ditakuti, tetapi bisa membunuh bahkan menghilangkannya tanpa jejak.

Melihat kejadian itu, satu per satu teman-teman Stella pun berada dalam bahaya, termasuk Stella. Mampukah Stella lolos dan selamat dari teror makhluk-makhluk menyeramkan yang kasat mata dari buku harian Sarah itu?

Highlight
Film berdurasi 111 menit ini berhasil membuat penonton menutup telinga dan mata. Karena hantu-hantu yang menyerupai monster itu datang kepada korbannya dengan cara yang membuat bulu kuduk berdiri. Ditambah lagi dengan sound effect yang membuat jantung berhenti sesaat.

Situasi seperti itu, memang menjadi ciri khas dari Guillermo del Toro. Pelan, namun menusuk, membuat penonton ikut terpengaruh di dalam filmnya.

Disamping itu, bukan hanya horror-thriller, film ini juga memiliki satu genre lain di dalamnya, yakni misteri. Karena ada sesuatu yang harus dipecahkan oleh tokoh dalam film itu. 

Kemudian, walau film Scary Stories to Tell in the Dark tidak diperkuat oleh satu nama besar di jajaran daftar pemainnya, namun para pemain dapat melakoni perannya dengan baik. Sehingga keseraman dalam film ini tersalurkan kepada penonton.

Meski film ini diangkat dari kumpulan cerita klasik. Anda tidak perlu membaca bukunya untuk bisa memahami jalan cerita film  Scary Stories to Tell in the Dark. Anda hanya perlu duduk di bioskop dan menyiapkan mental Anda terhadap ketegangan-ketegangan yang akan dihadirkan. *** (SS)

SHARE