Smartphone dengan Tenaga Panel Surya Kian Nyata - Male Indonesia
Smartphone dengan Tenaga Panel Surya Kian Nyata
Gading Perkasa | Digital Life

Pabrikan asal Cina, Xiaomi disebut tengah mengembangkan smartphone yang ditenagai panel surya. Paten ini ditemukan pada basis data rancangan World Intellectual Property Office (WIPO). Data rancangan tersebut mengungkap panel surya ditempatkan di bagian belakang ponsel.


Photo by Nicolas Thomas on Unsplash

Penempatan panel surya pada ponsel itu disinyalir untuk memenuhi permintaan pasar yang haus akan baterai ponsel tahan lama. Seperti dilaporkan Notebook Check, dalam paten tersebut tidak ada informasi apakah fungsi panel surya sekadar memberi tenaga cadangan di situasi darurat, atau tenaga tambahan dalam waktu lama.

Sementara, bagian depan ponsel dipenuhi layar tanpa terlihat adanya tempat untuk menempatkan sensor dan kamera, seperti dilansir Lets Go Digital. Tidak tampak pop-up kamera pada ponsel ini. Para ahli menilai, Xiaomi bereksperimen dengan kamera depan bawah layar. Teknologi itu memang menjadi tren.

Pemindai sidik jari pun hilang. Sehingga diperkirakan, ponsel yang dipatenkan Xiaomi menggunakan teknologi pemindai sidik jari bawah layar. Panel surya sepertinya tidak membuat ponsel Xiaomi lebih tebal. Sebab, modul kamera tampak lebih menonjol.

Tidak Bermain Sendiri
Selain Xiaomi, terdapat sejumlah pabrikan lain yang tengah mengembangkan ponsel dengan teknologi panel surya. Salah satunya pabrikan asal Rusia, Caviar.

Pada 2018 lalu, Caviar telah merilis ponsel dengan panel surya untuk iPhone X Tesla. Sedangkan Samsung sempat meluncurkan Guru E1107 pada 2009 yang juga terintegrasi panel surya.

Lantas, seberapa efektif panel surya untuk menghasilkan energi listrik? LG sempat merilis baterai tambahan bertenaga surya pada 2010. Aksesoris ini bisa menghidupkan ponsel fitur (feature phone) dengan layar 3 inci selama 2 menit jika baterai dijemur 10 menit.

Efisiensi panel surya untuk menghasilkan energi saat ini memang tidak begitu mencengangkan. Pasalnya, panel surya terbaik pun hanya memiliki nilai efisiensi mengubah energi matahari menjadi listrik bernilai 20 % saja.

Itu berarti, setiap meter persegi panel surya bisa menghasilkan 400 kWh per tahun dari total cahaya matahari sebesar 2000 kWh per tahun.

Nilai tersebut diperoleh berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, pada daerah dengan intensitas matahari yang tinggi di Colorado tengah. Panel surya akan memproduksi lebih sedikit cahaya di daerah yang lebih teduh dan berawan. [GP]

SHARE