Cuaca Panas, Niat Bunuh Diri Bisa Meningkat - Male Indonesia
Cuaca Panas, Niat Bunuh Diri Bisa Meningkat
MALE ID | Sex & Health

Cuaca ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental. Bahkan cuaca panas disebut dapat meningkatkan risiko bunuh diri dan penggunaan bahasa depresi di media sosial. Hal ini diketahui berdasarkan analisis terhadap lebih dari setengah tweet.


Photo by nikko macaspac on Unsplash

Dilansir dari The Health Site, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change menjelaskan bahwa perubahan iklim bisa sama menghancurkannya dengan pengaruh resesi ekonomi atau kelesuan dalam kegiatan dagang hingga meningkatkan risiko bunuh diri seseorang.

Temuan itu menunjukkan bahwa kenaikan suhu hingga tahun 2050 diproyeksikan akan menyebabkan 21.000 kasus bunuh diri di Amerika Serikat dan Meksiko.

“Yang lebih mengejutkan lagi, efek ini sedikit berbeda berdasarkan seberapa kaya populasi atau jika mereka menggunakan penghangat ruangan,” ujar ketua peneliti Marshall Burke, Asisten Profesor di Universitas Stanford.

Para peneliti pun mengakui bahwa selama berabad-abad, bunuh diri cenderung memuncak selama cuaca panas. Namun banyak faktor di luar suhu yang juga berpengaruh terhadap angka bunuh diri, seperti tingginya angka pengangguran.

Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap risiko bunuh diri, peneliti membandingkan suhu secara historis dengan data bunuh diri di ribuan negara bagian Amerika Serikat dan Meksiko selama beberapa dekade.

Tim peneliti juga menganalisis penggunaan bahasa lebih dari setengah miliar unggahan di Twitter untuk mengetahui apakah suhu panas memengaruhi kesejahteraan mental.

Dalam studi ini, mereka menganalisis apakah tweet mengandung bahasa, seperti “kesepian”, “terperangkap”, atau “bunuh diri” lebih sering selama cuaca panas.

Selain itu, untuk memahami bagaimana perubahan iklim di masa depan bisa memengaruhi tingkat bunuh diri, tim menggunakan proyeksi dari model iklim global.

Disebutkan bahwa kenaikan suhu pada 2050 akan meningkatkan tingkat bunuh diri sebesar 1,4 % di Amerika Serikat dan 2,3 % di Meksiko.

“Suhu yang panas tentu bukan satu-satunya yang memicu, atau paling penting adalah faktor risiko untuk bunuh diri,” kata Burke menegaskan.

Menurutnya, temuan ini bisa menunjukkan bagaimana panas dapat memberikan dampak terhadap risiko bunuh diri. Sehingga penting untuk memiliki pemahaman terhadap kesehatan mental dan risiko dari peningkatan suhu. [GP]

SHARE