Peran Jaringan 5G yang Bisa Menyelamatkan Anda - Male Indonesia
Peran Jaringan 5G yang Bisa Menyelamatkan Anda
Sopan Sopian | Digital Life

Jika Anda telah mengikuti tren smart city atau kota pintar, tidak akan mengejutkan Anda untuk mendengar bahwa layanan nirkabel 5G generasi berikutnya akan membuat kota pintar lebih cerdas.


Gambar oleh Foundry Co dari Pixabay 

Nakul Duggal, senior VP manajemen produk di Qualcomm, mengatakan kepada Digital Trends, bahwasannya ada berbagai manfaat 5G, yang terpenting adalah kecepatan. Qualcomm telah menunjukkan kecepatan unduh puncak sekitar 4,5 gigabit per detik dan kecepatan transmisi data rata-rata sekitar 1,4 gigabit per detik. 

Kecepatan tersebut terbilang cukup cepat untuk mengunduh film dua jam dalam waktu sekitar 17 detik, dibandingkan sekitar 6 menit untuk koneksi 4G saat ini. Tapi ini bukan hanya tentang pengunduhan film. 5G menawarkan manfaat yang bisa terbukti penting bagi inisiatif kota pintar.

Manfaat itu sebagian besar berkat komunikasi kendaraan (C-V2X) seluler. C-V2K merupakan fitur tambahan 5G yang dirancang untuk menghadirkan komunikasi langsung antara mobil dan benda pintar lainnya dalam infrastruktur kota.

C-V2X dapat memungkinkan lampu lalu lintas untuk mengirim peringatan ke kendaraan tentang pejalan kaki atau memungkinkan mobil untuk memperingatkan kendaraan lain di dekatnya bahwa ada lubang di jalan, misalnya.

Keuntungan utama, jelas Jim Misener, direktur senior Qualcomm untuk standar teknis, adalah keandalan. Dengan koreksi kesalahan dan codec yang lebih baik, C-V2X dapat mengirim pesan dua kali lebih cepat dari komunikasi jarak pendek khusus (DSRC) yang telah lama ada.

"Namun, komunikasi C-V2X juga dapat melibatkan elemen-elemen lain dari infrastruktur kota, seperti kamera lalu lintas," jelas Duggal.

Lebih dari Sekadar Lalu Lintas
Dorongan untuk C-V2X tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa tetapi juga meningkatkan kehidupan di kota-kota pintar. Kemacetan lalu lintas saja menyumbang 8 miliar jam yang hilang untuk pengemudi AS setiap tahun. Kemacetan lalu lintas juga membakar bahan bakar hingga 4 miliar galon per tahun, yang menyebabkan kabut asap dan polusi, menurut Verizon.

"Ini juga tentang keselamatan, analitik video, deteksi tembakan, kemampuan siber, dan meningkatkan efisiensi operasional," ucap Lani Ingram, Wakil Presiden komunitas pintar Verizon.

Akan tetapi, menggunakan 5G untuk meningkatkan IQ program kota pintar dapat menciptakan tantangan lain. Akan ada hiruk-pikuk lalu lintas data komunikasi yang harus dihadapi. Mulai dari sensor gerak di trotoar ke kamera video, kesibukan pesan yang menunjukkan kecepatan, lokasi, dan keadaan saat ini dari kendaraan yang tak terhitung jumlahnya. 

"Hal tersebut bisa menjadi rumit dengan cepat," tutur Misener Miscomm. *** (SS)

SHARE