Menilik Masa Depan Sistem Kerja Jarak Jauh - Male Indonesia
Menilik Masa Depan Sistem Kerja Jarak Jauh
Sopan Sopian | Works

Zaman sekarang, banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan jarak jauh, atau dikenal dengan remote. Cara kerja seperti ini bisa dilakukan di cafe atau di rumah saja. 


Gambar oleh Stars Day dari Pixabay 

Meski budaya kerja jarak jauh mulai merambah beberapa perusahaan, tetapi masih ada pengusaha yang menolak keras dengan gagasan kerja dari jarak jauh atau dari rumah.

"Sepuluh tahun yang lalu, pekerjaan jarak jauh pada dasarnya berarti posisi telemarketing atau layanan pelanggan di bawah upah minimum," kata Samantha Lambert, direktur sumber daya manusia di perusahaan desain situs web Blue Fountain Media dalam laman Businessnewsdaily.

Menurutnya, hal tersebut jarang dihubungkan dengan karier penuh waktu. Sekarang, teknologi memberi pekerja kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama, di mana pun di dunia. "Jadi memungkinkan kita untuk berhubungan dengan rekan kerja atau klien kapan saja," lanjutnya.

Salah satu teknologi yang paling membantu untuk pekerjaan jarak jauh yang mulus adalah konferensi video. Umpan video langsung membantu pekerja di luar kantor melihat dan berbicara satu sama lain secara real time, di mana pun mereka berada, yang merupakan hal terbaik berikutnya untuk pertemuan tatap muka. 

Tetapi kemampuan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa adopsi internet broadband yang luas selama 10 hingga 15 tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan tertentu bahkan tidak lagi menyewa sebuah kantor tradisional dan malah menjalankan bisnis mereka dari ruang kerja bersama (coworking space) untuk mengakomodasi tenaga kerja mereka yang sebagian besar terpencil.

"Coworking space, tempat karyawan jarak jauh dapat berkumpul untuk bekerja, telah dibuat dan lebih banyak tersedia di berbagai kota," kata Lambert. "Ini dengan sendirinya mewakili peningkatan jumlah pekerja jarak jauh dalam beberapa tahun terakhir," tambahnya.

Prediksi Masa Depan untuk Kerja Jarah Jauh
FastCompany memperkirakan bahwa, ketika tenaga kerja menjadi lebih progresif, alat virtual, seperti alat kerja jarak jauh seluler dan konferensi realitas virtual, akan menjadi bentuk komunikasi yang disukai, bahkan melalui pertemuan tatap muka. AI juga kemungkinan akan memainkan peran utama dalam mengelola staf jarak jauh.

Mempertahankan kemajuan ini dalam pikiran mungkin membuat perusahaan merasa nyaman. Transisi ke dalam mengelola tenaga kerja jarak jauh bisa terasa menakutkan, tetapi dengan karyawan yang memiliki teknologi dan pekerja keras, ini bisa menjadi proses yang mulus.

Banyak karyawan sekarang mengharapkan peluang kerja jarak jauh. Bahkan, menurut Buffer, 90 persen pekerja jarak jauh saat ini berencana bekerja jarak jauh untuk sisa karier mereka. Karena tren yang semakin populer ini, beberapa perkerja menolak untuk menerima posisi untuk kerja di kantor tradisional, mengetahui bahwa mereka dapat menemukan tempat yang lebih nyaman dan fleksibel di tempat lain.

Sebaliknya, perusahaan saat ini harus melakukan perbaikan pada kebijakan dan kemampuan kerja jarak jauh mereka. Jika sebuah perusahaan peduli dengan masalah produktivitas dan kinerja yang terkait dengan kemampuan perusahaan di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah, Lambert merekomendasikan untuk membuat indikator kinerja utama (KPI) standar untuk manajemen dan karyawan. Dengan cara ini, katanya, anggota tim jarak jauh menyadari harapan, dan kinerja mereka dapat dipantau. *** (SS)

SHARE