Kesalahan Ejaan Bisa Sebabkan Masalah di Kantor - Male Indonesia
Kesalahan Ejaan Bisa Sebabkan Masalah di Kantor
Sopan Sopian | Works

Kesalahan ejaan atau biasanya disebut typo dalam penulisan, terkadang tidak disadari. Meski hal ini terlihat sepele namun dampaknya bisa besar terhadap karier Anda.


Gambar oleh StartupStockPhotos dari Pixabay 

Baik melalui email, pesan teks atau platform media sosial yang tersedia saat ini, orang dapat langsung berkomunikasi dengan siapa pun di mana pun mereka berada. Meskipun teknologi ini berguna untuk membangun hubungan pribadi dan bisnis, media sosial juga bisa membuat keterampilan mengeja dan tata bahasa menjadi berkurang.

Sebuah survei dalam laman Businnesnewsdaily mengungkapkan, di mana para peneliti meneliti bagaimana kesalahan itu tidak hanya memalukan, tetapi juga bisa mengubah cara orang memandang Anda. Jika Anda menggunakan teknologi untuk berkomunikasi di tempat kerja, kemungkinan email adalah salah satu platform yang Anda gunakan.

Ketika terjadi kesalahan ejaan atau penulisan, tentu tidak dapat dipulihkan saat tulisan itu dikitim. Di antara 1.000 orang Amerika dari komunitas akademik Prolific.ac yang disurvei, 65% mengatakan kesalahan seperti itu tidak dapat diterima, dengan hanya 18,6% mengatakan sebaliknya.

Sementara kesalahan pengejaan dan tata bahasa dapat terjadi pada siapa saja, beberapa responden survei mengatakan, kesalahan pengejaan dan tata bahasa adalah masalah dalam industri atau kantor mereka. Industri yang tidak dapat menerima kesalahan tersebut adalah bisnis dan logistik pendukung (88%). Baik pemasaran dan industri pemerintah (71%).

Responden juga mengatakan kepada para peneliti bahwa kritik terbesar dari kesalahan bahasa atau pengetikan mereka adalah bos mereka. Menurut survei, hampir 76% mengatakan respons bos mereka terhadap kesalahan akan berkisar antara "sedikit kesal" (40,8%), "cukup kesal" (26,6%) dan "itu akan menjadi masalah besar" (8,2%). Hanya 24,5% responden mengatakan bos mereka "tidak peduli sama sekali."

Kesalahan pengetikan bahkan lebih buruk bagi siapa pun yang mencoba masuk ke tempat kerja baru. Hampir 80% responden mengatakan mereka tidak akan mempertimbangkan untuk mempekerjakan seseorang dengan kesalahan ejaan atau tata bahasa dalam resume mereka.

Peneliti juga melihat hasil tes berdasarkan generasi responden, apakah mereka bersekolah di sekolah negeri atau swasta. Apa yang mereka temukan hampir tidak ada korelasi antara kedua kriteria ini. 

Melihat skor tes dari sudut generasi, baby boomer (70,4%), Generasi X (74,6%), milenial (76,1%) dan Generasi Z (74,1%) semuanya mendapat skor yang sama. Bahkan ada perbedaan skor yang lebih rendah ketika membandingkan sekolah swasta (75,5%) dan sekolah negeri (75%). *** (SS)

SHARE