Berkreasi dengan Para Pecinta Lego di Tanah Air - Male Indonesia
Komunitas
Berkreasi dengan Para Pecinta Lego di Tanah Air
MALE ID | Sport & Hobby

Anda merupakan penggemar mainan Lego? Pasti bakal seru bila bertemu orang lain yang punya hobi sama. Apalagi dapat menyalurkan kreativitas untuk menghasilkan karya terbaik.

Photo: kli.id/Instagram

Salah satu wadah yang dapat memenuhi semua itu adalah Komunitas Lego Indonesia (KLI). Di sini, MALEnials tidak sekadar bermain Lego, melainkan juga melakukan transaksi jual beli Lego.

“Komunitas Lego Indonesia berdiri pada 13 Februari 2007. Awalnya hanya tujuh orang yang sering ketemu dan suka hunting barang-barang di toko mainan. Karena kita dekat sama distributor Lego, kita diminta bikin komunitas official-nya,” tutur Handi William, External Relation Komunitas Lego Indonesia.

“Kita pun memutuskan membuat komunitas ini, daftar ke Denmark. Jadi setiap tahunnya, kita harus ada laporan, seperti apa saja event yang dijalankan,” tuturnya lagi.

Sejak berdiri 12 tahun yang lalu hingga kini, jumlah anggota KLI telah mencapai 27.000 orang, tersebar di seluruh daerah di tanah air. “Kalau yang aktif di Facebook, kira-kira setengah dari jumlah itu,” ujar Handi.

“Anggota KLI terdiri dari segala rentang usia dan elemen. Murid SD, sampai pensiunan profesor di UI. Ada juga member yang ternyata masih aktif menjabat di Mahkamah Konstitusi.”

Bagaimana syarat khusus untuk bergabung ke Komunitas Lego Indonesia? Menurut Handi, syaratnya hanya satu dan sangat sederhana. “Harus suka sama Lego. Itu aja. Kita tidak melihat umur atau background. Mau anak muda, orang tua, silahkan gabung.”

Ditambahkan olehnya, setiap Lego memiliki tingkatannya sendiri. Mulai kesulitan pembuatan, serta banderol harga. Rentang harga mainan Lego berkisar di angka puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

“Contohnya, mini figur Lego Star Wars, value-nya cukup tinggi. Selain itu, ada collector item seperti Mr. Gold. Harganya, kira-kira barter sama Kawasaki Ninja lah. Apalagi, Lego banyak discontinued item, jadi harganya langsung meningkat.”

Beberapa diorama Lego diciptakan sendiri oleh anggota KLI. Kata Handi, tingkat kesulitan membuat diorama berbeda-beda, tergantung dari kemampuan orang tersebut.

Lego - IndonesiaPhoto: kli.id/Instagram

“Ada yang bikin diorama barcode KLI dan proses jadinya cukup cepat, hanya satu jam. Barcode itu bahkan bisa di-scan,” ucap dia.

Sebagai catatan, KLI kerap berpartisipasi di Toys Fair, hadir di pembukaan Lego certified store (karena terdaftar di Denmark), serta acara-acara resmi dari Kedubes Denmark.

“Ada diorama peta Indonesia di Kedutaan Besar Denmark, itu buatan KLI. Sementara tahun 2018 lalu, di Lego Movie 2, kita diajak untuk display bareng distributor,” aku Handi.

Handi menyebut, tidak mustahil jika KLI dapat mengadakan event bagi para pecinta Lego dengan skala nasional. “Cita-cita ke arah sana tentu ada. Cuma untuk membuat event seperti itu, pasti butuh perencanaan, memakan waktu serta man power yang banyak, agak sulit.”

Terkait pembuatan diorama Lego, ia mengaku sangat tertarik pada tema atau genre pesawat. “Basically, saya senang bikin pesawat luar angkasa. Makanya rata-rata buatan saya Star Wars,” tuturnya.

“Setiap anggota di KLI berbeda-beda dalam menunjukkan ketertarikannya pada Lego. Ada yang hanya senang membuat diorama, mengumpulkan parts, atau mengoleksi set Lego, tapi gak pernah dibuka.”

Di luar event, KLI juga sering mengadakan kopdar, namun disesuaikan dengan jadwal anggota. “Memang tidak selalu pasti ada gathering. Yang sudah fix, annual gathering. Itu setiap tahun.

Di akhir wawancara, Handi mengungkapkan kelebihan Lego dari mainan lain. “Bedanya, di Lego kita mau bikin apa saja bebas. Contoh, ketika kita punya set pesawat dan bosan, kita bisa ganti menjadi mobil, atau bangunan. Batasannya hanya di kreativitas,” kata Handi kepada MALE Indonesia. [GP]

SHARE