Jaim Justru Merusak Potensi Wanita Suka Pada Anda - Male Indonesia
Jaim Justru Merusak Potensi Wanita Suka Pada Anda
MALE ID | Relationships

Selain mencintai, setiap pria tentu juga ingin mendapatkan balasannya, yakni dicintai. Maka dari itu, banyak pria tidak ingin memperlihatkan hal buruknya, atau menyembunyikan ketidaksempurnaan mereka dan mempersembahkan diri mereka yang terbaik kepada wanita.


Gambar oleh lambhappiness dari Pixabay 

Menurut laman Psychologytoday, sebenarnya orang lain ingin keaslian Anda. Sayangnya, pada saat yang sama, seseorang cenderung menghadirkan lapisan positifnya. Alasannya simpel, mereka yang menutupi ketidaksempurnaannya adalah takut adanya penolakan.

Padahal, menurut Assael Romanelli Ph.D, seorang ahli hubungan, ketidaksempurnaan dalam diri seseorang belum tentu buruk dimata orang lain. "Karena bagian-bagian seperti itu (ketidaksempurnaan) mungkin juga disukai secara sosial," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Romanelli, di dalam bagian-bagian terlarang yang disembunyikan terdapat banyak sumber daya “positif” lainnya, seperti ketegasan, erotisme, kreativitas, imajinasi, keberanian, vitalitas, dan banyak lagi.

Ketika Anda menunjukkan ketidaksempurnaan Anda kepada orang yang Anda cintai, Anda telah menunjukan kedewasaan Anda, dan tidak malu untuk menunjukkan kelemahan Anda sendiri. Kedewasaan ini biasanya mengarah pada rasa penghargaan dan cinta yang lebih dalam dalam persepsi pasangan kita tentang kita.

"Karena itu, jika mereka masih menghargai dan mencintai Anda setelah melihat semua yang Anda miliki, maka rasa hormat, kekaguman, dan cinta mereka akan melewati mekanisme pertahanan Anda yang biasa, dan Anda akan benar-benar merasa dicintai dan dilihat," jelas Romanelli.

Selain itu, banyak orang berpandangan bahwa jika menunjukkan sisi buruk atau terlarang kepada pasangan, maka pasangan akan terluka dan meninggalkan Anda. Kebenarannya adalah bahwa mitra Anda secara implisit dan semi-sadar telah mengalami bagian-bagian itu.

Ketika Anda mempercayai pandangan seperti seperti itu, Anda akan membangun atau menciptakan kecurigaan, jarak, sentimen negatif, pengesampingan, dan penghinaan dalam pikiran dan hati orang-orang terdekat Anda. "Maka tidak aneh jika secara implisit pasangan Anda akan mengalami bagian itu," tutur Romanelli.

Selanjutnya, ketika terus-terusan mempercayai pandangan tersebut, Anda akan mulai mempertanyakan apakah mereka benar-benar mencintai Anda, atau apakah mereka hanya mengucapkan rasa cinta sekadar kata-kata? Seiring waktu, ini menciptakan rasa tidak aman dan kebosanan dalam diri Anda sendiri.

Ketika satu pasangan akhirnya mengakui dan berbagi sisi negatif yang milikinya, kata Romanelli, pada kenyataannya, akan membebaskan pasangan mereka dari peran mereka yang membatasi (jaim), yang kemudian imbasnya akan lebih menyenangkan, saling melengkapi, hingga akhirnya hubungan menjadi lebih seimbang, dan komunikasi menjadi lebih lancar. *** (SS)

SHARE