Kurang Tidur Bikin Wajah Anda Terlihat Jelek - Male Indonesia
Kurang Tidur Bikin Wajah Anda Terlihat Jelek
MALE ID | Looks

Tidur memang menjadi salah satu kebutuhan yang tak bisa diabaikan. Bahkan para pakar kesehatan menganjurkan rata-rata 8 jam sehari untuk tidur.

Gambar oleh andreas160578 dari Pixabay 

Ketika tidur, tubuh memiliki banyak tugas untuk meregenerasi sel-sel yang rusak karena aktivitas seharian. Masing-masing organ memiliki jadwal untuk membersihkan dirinya sendiri dan beristirahat. Sayangnya, tak sedikit orang yang mengalami susah tidur sehingga tubuh terus menerus bekerja tanpa henti sehingga mengancam kesehatan.

Selain itu ternyata ada dampak buruk lain yang akan dirasakan ketika Anda kurang tidur, yaitu wajah jadi terlihat lebih jelek. Menurut informasi yang dilansir dari Huffingtonpost, sebuah penelitian dalam jurnal Sleep menunjukkan bahwa kurang tidur akan membuat seseorang tampak lelah. 

Wajah juga menjadi tidak segar, munculnya kantung mata hingga kulit kusam menjadi penyebab mengapa Anda bisa terlihat “jelek”.

Belum lagi ditambah kondisi tubuh yang kurang fit, tidak adanya semangat seperti orang-orang yang cukup tidur hingga pergerakan juga kurang gesit karena lelah. Semua faktor tersebut memberikan pengaruh ketika berinteraksi dengan orang lain sehingga muncul rasa minder dan tidak percaya diri.

Begitu juga yang dikatakan para peniliti di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, dalam laman BBC, pasalnya kurang tidur bisa membuat Anda terlihat lebih kelek dan pada gilirannya membuat Anda menjadi kurang atraktif di mata orang lain.

Kesimpulan dari para peneliti itu didapat setelah peneliti meminta 25 mahasiswa mengikuti eksperimen tentang kaitan tidur dan penampilan, yang hasilnya dimuat di jurnal Royal Society Open Science. 

Oleh tim peneliti, mereka diminta untuk tidur secara cukup selama dua malam berturut-turut dan sepekan kemudian mereka diminta hanya tidur empat jam per malam selama dua malam berturut-turut.

Agar tidak ada yang curang, 25 mahasiswa ini diwajibkan memasang alat yang bisa menunjukkan apakah mereka mengikuti permintaan dari tim peneliti.

Selanjutnya peneliti meminta 122 warga Stockholm yang sama sekali tak kenal dengan para responden untuk melihat foto responden dan memberi skor, mulai dari aspek kesehatan, penampilan (apakah mereka atraktif atau tidak), hingga apakah responden ini bisa dipercaya.

Kepada warga ini juga ditanyakan apakah kira-kira mereka ingin berkenalan dengan orang-orang yang ada di foto. Secara umum warga satu suara soal apakah responden terlihat capek dan kurang tidur. Mereka mengatakan yang terlihat kurang tidur mereka anggap kurang menarik.

Warga juga mengatakan mereka tak terlalu tertarik untuk bersosialisasi dengan responden yang terlihat capek, yang mereka persepsikan kurang sehat. "Wajah yang terlihat kurang sehat, apakah karena kurang tidur atau sebab-sebab lain, mungkin secara otomatis membuat orang lain menghindar dengan tujuan tak ingin terkena penyakit," tulis para peneliti Karolinska Institute.

Dengan kata lain, orang-orang yang terlihat segar dan energetik punya daya tarik yang lebih besar. *** (SS)

SHARE