Kenali Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Otak - Male Indonesia
Kenali Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Otak
MALE ID | Sex & Health

Kanker otak yang berasal di otak disebut tumor otak primer. Tumor bisa dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu jinak dan ganas. Segala jenis tumor yang bersifat ganas ini disebut kanker, termasuk kanker otak. Hal ini dapat menyebar dan merusak bagian-bagian terdekat dari otak. 


Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay 

Sayangnya sampai saat ini penyebab pasti kanker belum diketahui. Namun menurut berbagai penelitian, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker otak.

Menurut laman Mayo Clinic, Health Line dan Cancer.net penyebab penyakit glioblastoma atau glioma di mana kanker otak sudah masuk tahap stadium 4, sama seperti kebanyakan tumor otak primer lainnya, di mana penyebab pasti glioblastoma tidak diketahui. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tumor otak.

Gejala Pengidap Kanker Otak Jenis Glioblastoma
Salah satu selebriti yang mengidap kanker otak jenis ini adalah Agung Hercules, pria berusia 51 tahun itu mengenali gejala penyakitnya dengan kemunduran kemampuan Agung dalam berbicara. Gejala dari glioblastoma salah satunya adalah kesulitan dalam berbicara. 

Selain gejala itu, ada gejala lain yang bisa Anda catat. Adalah sakit kepala, mual dan muntah, penurunan fungsi otak, hilang ingatan, perubahan kepribadian atau sangat mudah marah, punya masalah dalam keseimbangan, inkontinensia urin, hingga masalah penglihatan. Bahkan, pada kasus tertentu, penderita glioblastoma sampai alami kejang-kejang.

Genetik
Menurut berbagai penelitian, faktor genetik dapat menyumbang sekitar 10 hingga 15 persen risiko kanker otak. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki orang tua dengan penyakit ini, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dengan demikian, para ahli pun dapat memberikan himbauan agar risiko dapat diturunkan.

Paparan radiasi
Jika Anda bekerja pada perusahaan berbasis radiasi seperti pabrik nuklir, sangat disarankan untuk berhati-hati. Sebab, sinar pengion yang tercipta dalam pembuatan nuklir dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang untuk terjangkit kanker otak. Jadi, usahakan untuk selalu melindungi diri dengan pakaian dan peralatan lengkap yang digunakan sebelum bekerja.

Usia
Risiko Anda untuk terkena tumor otak meningkat seiring bertambahnya usia. Glioma paling umum terjadi pada orang dewasa antara usia 45 dan 65 tahun. Namun, tumor otak dapat terjadi pada usia berapa pun. Jenis glioma tertentu, seperti ependymoma dan astrocytoma pilocytic, lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

Kecelakaan di Kepala
Memiliki riwayat kecelakaan di kepala juga disebut sebagai salah satu faktor resiko kanker otak. Bahkan, berbagai penelitian juga telah menunjukan hubungan antara trauma kepala yang serius akibat kecelakaan dengan jenis kanker otak meningioma. 

Oleh karena itu, apabila Anda ingin terhindar dari kanker otak, jagalah bagian kepala melalui aktivitas berkendara atau bekerja di lapangan dengan menggunakan pelindung atau helm.

Menggunakan atau Mengkonsumsi Senyawa n-nitroso
Penelitian di Amerika Serikat telah membuktikan bahwa makanan atau produk dengan kandungan senyawa n-nitroso dapat menyebabkan kanker otak. Rupanya, beberapa yang sering ditemui ialah pada daging yang diawetkan dan asap rokok. Sehingga sangat disarankan untuk menghindarinya agar terhindar dari resiko penyakit ini. *** (SS)

SHARE