Kutukan Tahun ke-3 ''The Special One'' - Male Indonesia
Kutukan Tahun ke-3 ''The Special One''
MALE ID | Sport & Hobby

Ronnie Macdonald/flickr.com
Ronnie Macdonald/flickr.com

Pelatih ini memang layak menyandang julukan "The Special One". Betapa tidak, pria kelahiran 1962 ini merupakan sosok pelatih sepakbola yang selalu jadi perbincangan dimanapun dia melatih. Pasca membawa Porto menjuarai Liga Champions 2004 Mourinho benar-benar diperhitungkan sepak terjangnya.

José Mário dos Santos Mourinho Félix, begitu nama lengkapnya. Salah satu pelatih terbaik sepanjang sejarah sepakbola ini juga piawai menjalankan psy-war dengan lawan-lawannya. Saat era pertama ia melatih Chelsea, tercatat tiga pelatih di Liga Inggris kerap adu mulut lewat pernyataan-pernyaan di media. Sir Fergie (MU), Arsene Wenger (Arsenal) & Rafael Benitez (Liverpool).

Pelatih yang dua kali melatih Chelsea dan dua kali hengkang tak pernah membuat lawan-lawannya bersantai menghadapi kompetisi. Komentar-komentar pedas selalu saja keluar dari pria dengan disiplin tinggi ini. Tapi, memang tak hanya pandai berperang mulut, prestasi demi prestasi juga sudah menghampirinya sebagai bukti bahwa dia memang special.

Rumor seputar dirinya yang akan melatih Manchester United di musim 2016-2017 cukup membuat gerah Van Gaal. Pasalnya, memang pelatih kelahiran Portugal ini memang sudah sejak Sir Fergie mengundurkan diri sering digosipkan merapat ke Old Trafford. Catatan prestasinya tak ada yang meragukan lagi. Sewaktu hijrah ke Inter Milan setelah hengkang dari The Blues, Mou berhasil meraih treble winners. Setelah itu ia mengambil tantangan baru ke Real Madrid. Saat berhasil mempersembahkan gelar ke-32 Juara Liga di Spanyol, ia menorehkan namanya dalam sejarah sebagai pelatih yang berhasil juara di tiga kompetisi Eropa (Premier League, Serie A, dan La Liga). Sayang perseteruannya dengan pemain dan manajemen karena tak mencapai target mendapatkan La Decima (gelar ke-10) Liga Champions membuatnya hengkang di tahun ke-3 dan kembali ke London untuk melatih Chelsea.

Karma tahun ke-3 seperti melekat pada diri Mourinho. Pertama kali melatih Chelsea ia hengkang di tahun ke-3, begitu pula di Madrid, dan saat kembali ke Chelsea di 2013, akhirnya di tahun ke-3 (2015) pula ia harus angkat kaki karena adanya perseteruan dengan pemain senior menyangkut gaya melatihnya.

Tapi, ia tetap pelatih istimewa. Banyak sudah yang mengincarnya, selain pasukan merah Manchaster tenyunya, tempat ia juga pernah melatih, Real Madrid. Bahkan tim nasional Portugal dan Inggris pun juga terbuka dengan kehadiran pelatih yang tiga kali dinobatkan sebagai pelatih sepak bola terbaik dunia oleh International Federation of Football History & Statistics (2004, 2005, dan 2010) ini. Jadi kita tunggu saja sepak terjang "The Special One" selanjutnya, apakah akan mengulangi kutukan tahun ke-3 yang beberapa kali sudah menghampirinya? Who knows...** MALE

SHARE