Keamanan Whatsapp Terancam Dibobol Intelijen - Male Indonesia
Keamanan Whatsapp Terancam Dibobol Intelijen
Gading Perkasa | Digital Life

Whatsapp memiliki teknologi keamanan untuk melindungi data penggunanya, seperti teknologi enkripsi (end to end encryption), yang memungkinkan pengguna menyembunyikan setiap pesan. Artinya, pesan tersebut hanya bisa diakses oleh pihak pengirim dan penerima.


Photo by Deepanker Verma from Pexels

Akan tetapi, sistem keamanan enkripsi end to end milik Whatsapp mulai terancam oleh biro mata-mata Five Eyes. Intelijen Five Eyes merupakan gabungan mata-mata dari lima negara, yaitu Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Sebagaimana dikutip dari Guardian, mereka baru saja melakukan pertemuan di London, beberapa hari lalu, untuk membahas upaya memerangi terorisme dan pelecehan pada anak.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel itu meminta agar Whatsapp bisa memberikan akses khusus backdoor dan komunikasi tersandi lainnya kepada mereka.

Para menteri Inggris menyampaikan bahwa mereka sangat menyayangkan adanya keamanan pesan pribadi di aplikasi milik Facebook ini. Pasalnya, hal tersebut dapat digunakan oleh tiga komplotan teror di London Bridge.

“Kami perlu memastikan bahwa penegak hukum dan badan keamanan bisa memperoleh akses sah dan khusus ke informasi yang dibutuhkan,” kata Patel dalam pernyataan resminya, melansir Guardian.

“Five Eyes berpendapat sama, bahwa perusahaan teknologi tak seharusnya mengembangkan sistem dan layanan mereka, termasuk enkripsi end to end, yang mewadahi kriminal atau membuat orang rentan kena risiko.”

“Kami tidak boleh diam saja saat kemajuan teknologi menciptakan ruang di mana aktivitas kriminal yang paling mengerikan bisa tidak terdeteksi dan tidak kena hukuman,” ujar Patel.

Ditolak mentah-mentah oleh Whatsapp

Beberapa tahun lalu, agen Inggris, GCHQ menyarankan agar perusahaan-perusahaan Silicon Valley mengembangkan teknologi yang secara diam-diam, bisa memasukkan petugas kepolisian atau agen intelijen ke dalam percakapan atau suatu obrolan kelompok.

Namun, Whatsapp menolak saran tersebut mentah-mentah karena khawatir jika pemerintah lain meminta hal yang sama kepada perusahaan.

Sebagai informasi, perkumpulan Five Eyes pertama kali dilakukan pada 2013 dan merupakan acara tahunan. Jaringan keamanan ini menjadi sesuatu yang begitu penting bagi Inggris, terlebih saat Inggris berencana meninggalkan Uni Eropa. [GP]

SHARE