Susah Bangun dari Tempat Tidur, Waspada Dysania - Male Indonesia
Susah Bangun dari Tempat Tidur, Waspada Dysania
MALE ID | Sex & Health

Susah bangun dari tempat tidur di pagi hari biasanya timbul akibat rasa malas seseorang untuk memulai aktivitas. Namun bagaimana jika kondisi itu bukan sebuah kemalasan, melainkan penyakit yang serius?


Photo by Sam Solomon on Unsplash

Menukil National Geographic, dysania merupakan kondisi dimana seseorang sulit beranjak dari tempat tidur. Walau mata telah terbuka lebar, keinginan untuk berada di kasur akan sangat kuat sehingga butuh waktu dua jam atau lebih agar dapat meninggalkan kasur.

Kondisi ini berbeda dengan malas. Malas lebih mengarah pada sikap menunda-nunda waktu bangun. Sementara dysania mengarah pada ketidakmampuan kronis meninggalkan tempat tidur.

Penderitanya bahkan bisa bertahan di tempat tidur selama berhari-hari. Mereka juga merasakan keinginan untuk kembali ke kasur setelah mencoba bangun. Hal ini terjadi secara berulang, dan membuat penderita kesulitan beraktivitas.

Ketimbang penyakit, dysania sebenarnya lebih umum dikenal sebagai gejala, walau belum diakui sebagian ahli kesehatan. Namun, sebuah studi yang diterbitkan pada Public Library of Science pernah menyebutkan kondisi ini.

Kemungkinan besar, kebutuhan untuk tetap berada di kasur tanpa tidur disebabkan oleh depresi. Gangguan ini menyebabkan rasa sedih berlarut-larut sehingga tubuh lelah dan kehilangan energi.

Di samping itu, penyakit susah bangun pagi juga lebih umum terjadi pada orang dengan masalah kesehatan, seperti:

1.Sindrom kelelahan kronis: Kondisi tubuh sangat lelah meski sudah beristirahat sehingga membuat penderitanya enggan beranjak dari kasur.

2.Fibromyalgia: Penyakit yang menyebabkan rasa nyeri pada tubuh, mood memburuk, dan kelelahan. Akibatnya, seseorang susah bangun dari tempat tidur.

3.Sleep apnea: Gangguan pernapasan saat tidur yang menyebabkan tidur tidak nyenyak. Alhasil, tubuh kelelahan di esok hari dan enggan bangun dari tempat tidur.

Salah satu pengobatan yang umum digunakan untuk mengatasi dysania adalah antidepresan. Sebab, banyak orang yang punya gejala ini sebenarnya depresi.

Jika tidak ditangani sama sekali, depresi bertambah buruk dan penderita cenderung melakukan tindakan berbahaya, seperti bunuh diri.

Penyakit susah bangun pagi alias dysania, tidak hanya bisa ditangani dengan antidepresan. Pengobatan akan disesuaikan dokter melihat masalah medis yang mendasarinya.

Selain itu, dokter maupun terapis akan membantu pasien memperbaiki kualitas tidur. Caranya antara lain memperbaiki jadwal tidur, menghindari kandungan berbahaya (kafein, nikotin, dan alkohol), membatasi tidur siang sekitar 30 menit, dan menciptakan suasana tidur yang nyaman. [GP]

SHARE