Andrea Dovizioso Kritik Performa Ducati di MotoGP - Male Indonesia
Andrea Dovizioso Kritik Performa Ducati di MotoGP
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Beberapa waktu lalu Andrea Dovizioso mengkritik perkembangan lambat Ducati dibanding tim lain di MotoGP. Menurutnya, kondisi itu menjadi satu di antara penyebab dirinya tak kunjung membawa ancaman serius bagi Marc Marquez.


Photo: Ducati.com

Pembalap asal Italia tersebut menempati posisi kedua klasemen MotoGP 2019 di bawah Marquez. Andrea Dovizioso merebut podium utama pada balapan pembuka musim di MotoGP Qatar. Namun, setelahnya performa rider berusia 33 tahun itu menurun. Dia sering gagal naik podium, khususnya di tiga seri balapan terakhir.

“Ini tidak cukup. Motor kami belum cukup berkembang. Para kompetitor telah berkembang lebih cepat daripada Ducati,” kata Dovizioso, seperti dilansir dari Motorsport.

“Kombinasi Honda dan Marquez lebih kuat. Pembalap Suzuki telah mengambil langkah maju dan motor mereka juga telah meningkat. Yamaha lebih kompetitif daripada tahun lalu. Dengan semua skill pembalap MotoGP yang ada, pacuan juara dunia menjadi lebih rumit.”

“Maka, alih-alih menjadi lebih kuat dalam pertarungan melawan Marc, kami malah berada dalam situasi harus berjuang. Marquez berjuang untuk meraih kemenangan di setiap balapan dan ada juga pembalap lain yang seringkali lebih cepat daripada kami,” kata Andrea Dovizioso.

Bahkan menurutnya, Marquez berkendara lebih baik sejak tiga tahun belakangan, sangat kuat dan tidak pernah berhenti belajar.

“Dia tidak mengalami pasang surut dan seorang pembalap yang selalu meningkat, tidak mundur ke belakang. Dia berada di tempat yang seharusnya dan menjadi lebih baik,” tutur Dovizioso.

Masalah Terbesar Ducati
Kelemahan utama motor Ducati terletak pada tikungan. Dovizioso menyadari masalah tersebut tak mudah diatasi, alias butuh waktu.

Sebagai pembalap Ducati, Dovizioso mengatakan bahwa masalah ini sangat vital di dalam tim. Bos Ducati sendiri, Gigi Dall’Igna memang menyebut tidak mungkin apabila sebuah tim bisa menciptakan motor yang benar-benar sempurna.

Agaknya Dovizioso sadar apa yang dimaksud oleh Dall’Igna. Namun, ia juga berharap setidaknya Ducati bisa mengurangi permasalahan itu sedikit demi sedikit.

Ketika ditanya mengapa lebih mudah bagi Honda memecahkan masalah power dibanding upaya Ducati mengatasi problem di tikungan, Dovizioso memberikan jawabannya.

“Secara teknis jauh lebih mudah meningkatkan power, sedangkan memperbaiki problem untuk tikungan merupakan kombinasi dari berbagai hal. Tak ada resep sempurna,” ujar dia. [GP]

SHARE