Senang Lihat Orang Susah Tanda Harga Diri Rendah - Male Indonesia
Senang Lihat Orang Susah Tanda Harga Diri Rendah
MALE ID | Relationships

Umumnya, seseorang akan merasa senang jika melihat orang lain senang. Sedih ketika melihat orang lain sedih. Namun ternyata, ada sebagian orang yang merasa tidak senang jika melihat orang lain bahagia. Lalu bagaimana sains menjelaskan fenomena tersebut?

Harga Diri Rendah - Male Indonesia
Foto oleh Helena Lopes dari Pexels

Secara ilmiah, dalam laman Medicaldaily, perasaan senang saat melihat orang lain susah, dikenal dengan nama schadenfreude. Schadenfreude juga dapat diartikan sebagai “sukacita dalam kerugian”. Istilah ini diambil dari bahasa Jerman, yaitu “Schaden” yang berarti kerugian dan “Freude” berarti sukacita.  

Menurut profesor psikologi di Universitas Leiden Belanda, Wilco W. van Dijk, fenomena Schadenfreude merupakan bentuk penyimpangan emosional pada diri seseorang. Biasanya, hal ini muncul karena adanya rasa iri, atau terancam dengan kesuksesan, keberhasilan, dan kebahagiaan orang lain.

Contoh sederhananya adalah saat menonton komedi di televisi. Melihat pelawak yang mengolok-olok rekannya, Anda mungkin jadi tertawa terbahak-bahak karenanya. Reaksi ini muncul karena Anda merasa skenario itu sengaja dibuat untuk menghibur, yang tentu akan menguntungkan diri Anda sendiri. Di sisi lain, Anda juga merasa gembira dan lebih baik daripada si “korban” karena bukan Andalah yang menjadi target olok-olok.

Adapun menurut Catherine Chambliss, Ketua Psikologi dan Ilmu Saraf di Ursinus College, Pennsylvania mengatakan, jika ketika seseorang merasa bahagia saat melihat orang menderita, atau menderita ketika melihat orang lain bahagia ialah disebabkan karena adanya rasa depresi dan keputusasaan dalam dirinya.

Berbagai penelitian mendapatkan fakta jika kebanyakan pengidap Schadenfreude merupakan orang yang memiliki harga diri rendah. Bahkan, tidak jarang mereka adalah sosok yang depresi dengan kehidupan mereka, sehingga hidupnya dipenuhi dengan emosi iri.

Pada dasarnya, menurut laman The Telegraph, bahagia melihat orang lain menderita atau sebaliknya merupakan tindakan yang tidak membahayakan. Namun, jika hal ini terus dibiarkan, maka karakter ini bisa mencelakakan orang lain.

Anda tidak perlu khawatir merasa jadi orang yang paling jahat sedunia jika pernah merasakannya. Menurut Mina Cikara, peneliti tentang konsep schadenfreude yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences, senang melihat orang lain menderita itu normal. 

Kurangnya rasa empati pada sesama juga bukan berarti Anda mengidap gangguan kejiwaan tertentu. Ini adalah respon yang manusiawi dan banyak dirasakan oleh orang lain juga. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, schadenfraude bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih berbahaya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, banyak kekerasan terhadap orang lain didasari oleh rasa emosi iri. Tentu Anda pernah mendengar idiom jika orang iri tanda tak mampu. Jika Anda merujuk dengan paparan di atas, maka sangatlah tepat dikatakan jika iri, dengki, dan cemburu dengan keberhasilan orang lain merupakan tanda Anda tidak mampu untuk berbuat baik seperti orang lain.

Kabar buruknya, rasa iri yang berlebihan sebenarnya hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Sebab, Anda akan lebih fokus memperhatikan kehidupan orang lain dibandingkan dengan fokus untuk memperbaiki diri.

Bahkan, sebuah penelitian dari Emory University menyatakan terlalu sering atau sangat suka melihat orang lain susah menunjukkan kecenderungan ciri psikopati. Gangguan psikopati bisa membuat Anda menghalalkan berbagai cara untuk membuat orang lain sakit atau tertimpa kemalangan tanpa merasa menyesal. *** (SS)

SHARE