Tips Cerdas Sebelum Melakukan Pinjaman Online - Male Indonesia
Tips Cerdas Sebelum Melakukan Pinjaman Online
MALE ID | Digital Life

Bagi para pengguna aplikasi pinjaman online (fintech) diharapkan dapat lebih berhati-hati ketika memberikan data pribadi. Pasalnya, saat ini tengah marak pencurian data pribadi pengguna yang diduga berasal dari aplikasi fintech.


Photo: wikimedia commons

Hal itu juga diungkapkan Pengamat Keamanan Siber dari CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), Pratama Persadha. Ia menyarankan, agar masyarakat atau pengguna berhati-hati ketika akan menggunakan layanan aplikasi pinjol.

Sedikitnya, Pratama menyebutkan tiga hal penting saat pengguna berniat memakai aplikasi fintech supaya tak menjadi korban pencurian data. Yaitu:

Terdaftar di OJK
Pengguna perlu memastikan terlebih dahulu apakah aplikasi fintech tersebut terdaftar di OJK atau tidak. Sebab, tidak semua aplikasi fintech yang beredar di masyarakat berada dalam pengawasan OJK. Karena itu, menurut Pratama, keberadaan fintech ilegal harus segera diberantas.

“Masyarakat yang menemukan fintech semacam ini baiknya juga secara pro aktif memberikan laporan ke pihak terkait atau melaporkan ke Google agar di-banned atau dihapus. Karena dapat merugikan pengguna, terutama terkait privasi dan keamanan data rahasia,” kata dia, mengutip dari CNN.

Pratama juga mengatakan supaya OJK segera menertibkan aplikasi fintech. “Hal ini karena dapat berpengaruh terhadap kepercayaan pengguna terhadap fintech dan bisnis keuangan di tanah air,” katanya lagi.

Baca Syarat dan Ketentuan
Bacalah secara cermat dan pertimbangkan syarat serta ketentuan aplikasi tersebut. Dalam beberapa kasus, aplikasi fintech memang memberi iming-iming pengguna akan mendapat bonus atau tambahan limit pinjaman jika mendaftar dan memberi izin akses ke berbagai aplikasi.

Padahal, aplikasi ini belum tentu legal dan menjalankan bisnis dengan bertanggung jawab. Sehingga, data pengguna dan data lain dari aplikasi yang ada di perangkat bisa dicuri.

Perhatikan Permintaan Akses Data di Perangkat
Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan permintaan akses fintech terhadap perangkat. Jika melewati batas wajar yang telah ditentukan OJK, maka persetujuan akses tersebut sebaiknya ditolak.

Pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya menambahkan bahwa pengguna disarankan untuk semaksimal mungkin menghindari fintech yang mengenakan bunga tinggi serta tidak menerapkan pengamanan data secara baik. [GP]

SHARE