Gunung Elbrus, Puncak Tertinggi di Dataran Eropa - Male Indonesia
Gunung Elbrus, Puncak Tertinggi di Dataran Eropa
Gading Perkasa | Relax

Setiap tahunnya, Gunung Elbrus, gunung berapi nonaktif di wilayah Kaukasus Rusia, dikunjungi ribuan wisatawan asing lebih dari 70 negara. Beberapa dari mereka adalah penggemar ski, tetapi sebagian besar bermimpi menaklukkan gunung tersebut.


Photo: wikimedia commons

Dengan tinggi sekitar 5.642 meter di atas permukaan laut, Gunung Elbrus menempati urutan ke-5 dalam daftar tujuh puncak tertinggi di dunia.

“Para pendaki biasanya mendaki puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika dulu, baru Gunung Elbrus,” kata Andrew Slate yang membuka biro wisata Beyond Red Square, seperti dikutip dari Russia Beyond The Headline.

“Bagi banyak orang, ini betul-betul pendakian bersalju pertama mereka di dataran yang sangat tinggi,” katanya lagi.

Anehnya, Gunung Elbrus sendiri seringkali masih terra incognita (tanah tak dikenal), bahkan di kalangan pemanjat tebing profesional.

“Saya kaget saat mengetahui bahwa puncak tertinggi Eropa bukan di Pegunungan Alpen, melainkan di Kaukasus,” ujar Andy Mitchell, pendaki berpengalaman dari Wisconsin, AS.

Banyak pemanjat tebing telah menaklukkan Elbrus. Meski menyandang gelar puncak tertinggi Eropa, Elbrus tak dianggap sebagai gunung yang secara teknis “sulit”. Pendaki profesional tak akan menemukan rintangan berarti selama mendaki lereng-lerengnya yang mulus.

Bagi pendaki amatir, satu-satunya syarat yang diperlukan untuk menyelesaikan perjalanan sepuluh jam menuju puncak adalah kesehatan yang prima.

Namun, di sepanjang jalan, pendaki akan menghadapi mabuk ketinggian, risiko gangguan jantung, cuaca buruk, udara dingin yang ekstrem, dan lain-lain. Jadi, gunung ‘mudah’ semacam itu hanya mungkin ditaklukkan dengan mengikuti kelompok pendaki di bawah panduan pemandu gunung bersertifikat.

Beberapa pendaki lain sengaja datang ke Elbrus untuk merasakan langsung kondisi khusus pendakian “Rusia”. Pemerintah Rusia tengah berusaha keras mengubah Elbrus menjadi resor ski dan pendakian kelas atas.

Pembangunan infrastruktur di wilayah ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah setempat. Beberapa hotel, restoran, tempat peristirahatan, dan kereta gantung merupakan peninggalan zaman Soviet dan tak bisa dibilang mewah. Namun, kesederhanaan semacam itu lebih disukai para pendaki.

Membongkar stigma

Mayoritas orang asing beranggapan, Kaukasus Utara masih terkait erat dengan Perang Chechnya dan terorisme. Banyak orang takut datang ke sini meski situasinya kini sama sekali berbeda.

Tempat-tempat seperti Elbrus dapat membantu menghancurkan stigma ini, kata Andrew. “Begitu orang-orang tiba di Kaukasus dan melihat betapa indahnya daerah itu, dan baiknya orang-orang setempat, semua akan membantu mengubah stereotip mereka tentang Rusia dan Kaukasus Utara,” tutur dia. [GP]

SHARE