The 1975 Singgung Krisis Iklim di Album Barunya - Male Indonesia
The 1975 Singgung Krisis Iklim di Album Barunya
Gading Perkasa | News

Band beraliran alternative rock asal Manchester, Inggris, The 1975 singgung krisis iklim di album barunya berjudul Notes on a Conditional Form. Mereka menggandeng aktivis perubahan iklim, Greta Thunberg.


Photo: The Deli New England/flickr

Biasanya, dari tiga album sebelumnya, The 1975 selalu menampatkan lagu instrumental dengan penamaan diri sendiri sebagai lagu pertama. Untuk di album keempat mendatang, Thunberg akan menyampaikan monolog tentang krisis iklim dan ekologi saat ini diiringi denting piano minimalis.

“Kita harus mengakui bahwa saat ini kita mengalami situasi yang di luar kendali dan belum menemukan solusinya,” kata dia, mengutip dari NME.

Remaja asal Swedia itu menggambarkan kesuraman dunia yang akan semakin terjadi apalagi jika manusia tidak mulai bertindak. Menurutnya, Undang-Undang di seluruh dunia tak berbuat banyak dalam mengubah kondisi yang ada. “Sekarang saatnya pembangkangan sipil. Sekarang waktu memberontak,” katanya lagi.

Monolog tersebut masih diberi judul “The 1975”. Ia akan membuka album Notes on a Conditional Form. Melalui lagu ini, mereka menghitung mundur untuk single pertama yang akan tayang pertama kali sebelum menjadi headline dalam Reading Festival 2019.

Para penggemar mengungkapkan rasa tak sabar menantikan perilisan album keempat mereka, terlebih setelah band asal Inggris tersebut menghapus seluruh akun media sosial mereka.

Tindakan yang sama juga diambil sewaktu perilisan dua album sebelumnya, A Brief Inquiry dan I Like It When You Sleep, For You Are So Beautiful Yet So Unaware Of It.

Sang vokalis, Matthew Healy mengatakan album mereka selanjutnya bakal benar-benar terdengar berbeda. Menurutnya, Notes on a Conditional Form tak berkaitan dengan A Brief Inquiry.

“Ini sama seperti pada zaman dulu. Memikirkan hal-hal yang terjadi, itu akan berbeda,” ujar Healy kepada NME.

The 1975 adalah band beranggotakan Matthew Healy (vokal, gitar), Ross MacDonald (bass), Adam Hann (vokal, gitar), dan George Daniel (drum). Sebelum menjadi terkenal, mereka sering meng-cover lagu punk rock di sejumlah klub malam di Inggris.

Layaknya kebanyakan band sukses, awalnya mereka bermusik dan tampil demi bersenang-senang semata. Bahkan pada 2002, ketika Ross, Adam, Matthew, dan George pertama kali bertemu di Wilmslow High School, Manchester, mereka tidak punya sedikit pun niat membuat sebuah grup musik. [GP]

SHARE