Penipu Ulung dan Terkenal dalam Sejarah - Male Indonesia
Penipu Ulung dan Terkenal dalam Sejarah
Sopan Sopian | Story

Sejarah telah mencatat begitu banyak penipu yang merugikan ratusan orang korbannya. Segala trik dan tipu daya yang mereka gunakan semua tercatat dalam lembaran sejarah. 

Penipu - Male IndonesiaPhoto: Pexels.com

Pada awal abad ke-17, misalnya. Rusia melihat tidak kurang dari tiga 'Dimitris Palsu', semuanya mengklaim sebagai putra bungsu dari Ivan the Terrible. Yang pertama dari mereka bahkan berhasil naik ke tahta, tetapi ketiganya menemui akhir yang kejam.

Dalam laman History Extra, penulis dan jurnalis Eugene Byrne mengeksplorasi beberapa penipu paling berani, terkenal, dan benar-benar aneh sepanjang sejarah.

Kapten Kopenick
Wilhelm Voigt (1849–1922) menghabiskan sebagian besar hidupnya di penjara karena pencurian dan pemalsuan sebelum mendapatkan kemasyhuran dengan 'mahakarya kriminalnya' pada Oktober 1906. 

Mengenakan seragam kapten tentara Jerman (yang ia kumpulkan dari berbagai pembelian barang bekas), Voigt bermain-main dengan para prajurit Prusia/Jerman. Voigt memimpin dua kelompok kecil tentara dan menduduki balai kota di Kopenick, dekat Berlin. 

Mengklaim bahwa para pejabat kota dicurigai melakukan penipuan, ia membuat para prajurit menjaga gedung. Sementara ia "menyita" lebih dari 4.000 Marks. Dia kemudian pergi, memberi tahu pasukan untuk menunggu setengah jam, dan sementara ia menghilang, berubah kembali menjadi warga sipil.

Gregor MacGregor
MacGregor yang lahir di Skotlandia (1786–1845) bergabung dengan tentara Inggris pada usia 16 tahun. Ia kemudian melakukan perjalanan ke Amerika Selatan untuk bertarung dengan pemberontak anti-Spanyol di Venezuela dan Granada Baru (Kolombia modern).

Kembali ke Inggris pada tahun 1821, MacGregor mengklaim bahwa ia adalah 'Cazique', penguasa dari negara 'Poyais', sebuah negeri dengan iklim yang sehat, tanah subur dan koloni Inggris yang mapan. Melalui kampanye PR yang agresif dan cerdik, MacGregor membangkitkan investasi dalam jumlah besar dan mengirimkan kelompok penjajah yang menemui kekecewaan hebat. 

Ketika skandal itu pecah, ia mencoba untuk melakukan skema serupa di Prancis. Kemudian pindah ke Venezuela pada tahun 1838, MacGregor menuntut kewarganegaraan dan pangkat kehormatan umum, dan akhirnya diakui sebagai pahlawan pembebasan. 

Ketika ia meninggal pada tahun 1845, ia dimakamkan dengan kehormatan militer penuh dengan diiringi presiden dan kabinet. 'Poyais' (sebuah negeri yang ia katakan), memang ada di Honduras modern, tetapi itu adalah sebuah hutan belantara bahkan sampai hari ini.

James Barry
Barry yang lahir di Irlandia (tahun 1795-1865) adalah seorang ahli bedah di pasukan Inggris yang naik ke pangkat Inspektur Jenderal Rumah Sakit. Ia pun diberi tanggung jawab atas fasilitas medis militer. 

Barry berkampanye tanpa kenal lelah untuk perbaikan perawatan medis, diet dan sanitasi dan melakukan banyak hal untuk meningkatkan kesejahteraan tentara dan keluarga mereka. Barry dikatakan adalah orang yang mudah marah, sulit dimengerti, dan sering tidak sopan terhadap atasan.

Faktanya, James Barry terlahir sebagai wanita bernama Margaret Ann Bulkley dan selama ini ia telah sukses menyamar sebagai pria sejak ia memasuki sekolah kedokteran di Universitas Edinburgh hingga kematiannya pada tahun 1865.

Frank Abagnale
Ia adalah penipu sekaligus pemalsu yang sangat ulung. Abagnale (lahir tahun 1948) mengklaim pernah mengaku menjadi berbagai orang dengan identitas yang berbeda, seperti pengacara, dokter dan yang paling terkenal, pilot pesawat.

Semua penipuan dan pemalsuan identitas itu semuanya ia lakukan sebelum berusia 22 tahun. Atas apa yang ia lakukan, ia pernah menjalani hukuman penjara di Prancis, Swedia dan, kemudian Amerika Serikat. 

Tetapi hal itu tidak membuatkan jera. Suatu ketika di lembaga pemasyaratakan AS, ia melakukan pelarian yang cerdik dengan meyakinkan otoritas penjara bahwa ia adalah inspektur penjara yang menyamar. Dan akhirnya ia bisa lolos begitu saja.

Kisahnya yang terkenal itu, kemudian dibuatkan buku semi-fiksi dengan judul Catch Me if You Can (1980), kemudian oleh Steven Spielberg diadaptasi ke layar lebar pada tahun 2002. Leonardo DiCaprio dipercaya memerankan Abagnale. Di dalam kisah aslinya, Abagnale kemudian mendapat pekerjaan di FBI, dan mendirikan perusahaan konsultan penipuan. *** (SS)

SHARE