Batasan Baru untuk Konten di Facebook & Instagram - Male Indonesia
Batasan Baru untuk Konten di Facebook & Instagram
Sopan Sopian | Digital Life

Sosial media raksasa, Facebook dan Instagram dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan baru soal konten dan penjualan terkait alkohol dan produk tembakau, termasuk rokok elektrik atau vape.

Konten di Facebook - Male Indonesia

Setiap merek, yang mengunggah konten yang terkait dengan penjualan atau transfer produk-produk ini, harus membatasi konten tersebut untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. "Kebijakan baru itu mencakup penjualan secara privat, pertukaran, transfer, dan meberikan produk alkohol dan tembakau di Facebook dan Instagram," ujar juru bicara Facebook kepada CNN.

Kebijakan yang diberlakukan mulai rabu (31/7/2019) lalu itu juga diterapkan untuk Grup Facebook yang ditujukan untuk menjual produk tersebut. Jejaring sosial itu tengah menghubungi admin grup untuk perubahan kebijakan itu.

"Perusahaan menerapkan peraturan baru. Perusahaan akan mengunakan kombinasi teknologi, review dan laporan dari komunitas kita untuk menemukan dan menghapus konten yang melanggar kebijakan itu," tegas juru bicara itu.

Juru bicara itu juga menambahkan Facebook dapat menghapus kelompok yang tidak melakukan perubahan yang diperlukan. Sementara kebijakan perusahaan sudah melarang penjualan tembakau dan alkohol di Facebook Marketplace, platform ini memperpanjang larangan unggahan reguler dari pengguna pribadi.

Sebelumnya, pengguna Facebook dan Instagram termasuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun masih bebas mengunggah konten lain yang terkait dengan produk tembakau dan vape. Di bawah kebijakan baru sekarang, influencer yang dibayar untuk mempromosikan produk-produk yang mengandung nikotin juga akan diizinkan mengunggah konten yang terkait dengan produk tembakau dan vape.

Pos-pos itu, kata juru bicara, tidak harus dibatasi usia. Dia menekankan bagaimanapun perusahaan sedang mempertimbangkan kemungkinan perubahan pada kebijakan influencernya dan bekerja sama dengan industri dan badan pengawas pada revisi potensial.

Tahun lalu investigasi CNN merinci bagaimana Juul, produsen vape terbesar di Amerika Serikat, membayar pengguna Instagram populer untuk mempromosikan perangkatnya. Perusahaan ini mendapat kecaman dalam beberapa bulan terakhir karena menyebabkan epidemi vape pada remaja.

Pada 2018, FDA mengumumkan vaping meningkat hampir 40 persen di antara siswa sekolah menengah dari tahun sebelumnya. Para eksekutif perusahaan akan memberikan kesaksian ini di sidang kongres.

Para ahli kesehatan masyarakat juga akan memberikan kesaksian. Mereka akan menguraikan kasus tentang bagaimana kandungan tinggi nikotin Juul dan kampanye pemasaran awal berkontribusi pada tingkat vaping remaja yang belum pernah terjadi sebelumnya. ** (SS)

SHARE