Serangan Tentara IRA Mengacaukan Kota London - Male Indonesia
Serangan Tentara IRA Mengacaukan Kota London
MALE ID | Story

Pada tahun 1982, serangan bom yang dilakukan Tentara Republik Irlandia Sementara (Provisional Irish Republican Army, PIRA atau dikenal sebagai IRA) menyebabkan nyawa berjatuhan di London, Inggris.


Photo: wikimedia commons

Menukil dari laman BBC History, setidaknya delapan tentara yang bertugas di sebuah acara seremonial tewas dalam ledakan bom di pusat kota London yang didalangi tentara IRA.

Tak hanya satu, melainkan beberapa ledakan. Ledakan pertama di Hyde Park, menewaskan dua tentara dan melukai 23 orang lainnya. Berikutnya di Regents Park, sekitar dua jam berselang. Ledakan ini mengakibatkan enam tentara meninggal dunia dan melukai 24 orang.

IRA mengakui bahwa mereka adalah pihak yang bertanggung jawab melakukan serangan tersebut dalam sebuah pernyataan. Ini adalah upaya tentara IRA mengulangi frasa tentang hak menentukan nasib diri sendiri dan melanjutkan visi mereka.

Di insiden pertama, sebuah bom paku di mobil Austin biru diledakkan ketika anggota Kavaleri berjalan menuju pergantian penjaga dari barak mereka di Knightsbridge. Selain manusia, tujuh kuda juga mati terbunuh.

Perangkat lain meledak di bawah panggung di Regents Park saat Royal Green Jackets memainkan musik di hadapan 120 orang penonton. Para ahli anti-teroris percaya, bom kedua telah ditanam sebelum diledakkan dan dipicu penghitung waktu.

Pada saat kejadian, para pelaku dan orang-orang yang ada di hotel bergegas membantu. Tetapi polisi melarang, lantaran mereka ingin mencari perangkat ledakan dan tak ingin ada ledakan ketiga.

Sebagian besar yang terluka dirawat di Rumah Sakit Westminster. Perdana Menteri Inggris dan Irlandia mengutuk serangan IRAsebagai ‘kejahatan tak berperasaan dan pengecut’ dan ‘tindakan tidak manusiawi’.

Sekilas Mengenai Tentara IRA
IRA secara formal berdiri di tahun 1917, berisikan para relawan Irlandia yang menolak masuk ketentaraan Inggris pada Perang Dunia I. Seiring berjalannya waktu, kelompok ini menghalalkan kekerasan untuk mengintimidasi Inggris agar melepas Irlandia Utara.

Tentara IRA kerap melancarkan serangan bom di beberapa wilayah Inggris, seperti London dan Irlandia Utara. Salah satu serangan paling mematikan dikenal dengan pengeboman Omagh tahun 1998, menewaskan 29 orang dan melukai 220 lainnya di Tyrone, Irlandia Utara.

Sepanjang 1990-an, ancaman Inggris kebanyakan berasal dari IRA. Pada tahun 1993, IRA mengebom wilayah finansial Bishopgate yang melukai 44 orang dan menewaskan 1 orang.

Mereka juga meledakkan bom seberat truk 1.500 kg di Manchester pada 1996. Ini adalah bom terbesar yang meledak di Inggris sejak Perang Dunia II, merugikan Inggris hingga miliaran poundsterling.

Sedikitnya 200 orang terluka, namun tidak ada korban jiwa. Pasalnya, 90 menit sebelum bom meledak, IRA menelepon soal rencana pengeboman itu sehingga sebanyak 7.500 orang masih sempat dievakuasi.

IRA mulai sedikit ‘jinak’ setelah dicapai kesepakatan damai tahun 1998 dengan Inggris. Namun pecahan IRA masih berulah di beberapa wilayah negara itu.

Terhitung sejak tahun 1960-an, aksi brutal tentara IRA telah menewaskan 3.600 orang, termasuk 1.000 tentara Inggris. [GP]

SHARE