Potensi Pencucian Mata Uang Digital Dinilai Kecil - Male Indonesia
Potensi Pencucian Mata Uang Digital Dinilai Kecil
MALE ID | Digital Life

Mata uang digital selalu menjadi topik hangat dan seksi untuk dibicarakan. Beberapa waktu lalu, menteri keuangan dan bank sentral negara anggota G7 menyerukan regulasi ketat bagi mata uang kripto agar sistem keuangan dunia tidak terganggu.


Photo by Clifford Photography on Unsplash

Namun di balik kontroversinya, mata uang digital seperti Libra dan Bitcoin memungkinkan identifikasi dan pencegahan aktivitas ilegal lebih baik ketimbang sistem pembayaran tradisional. Demikian menurut Tom Robinson, co-founder perusahaan analitik blockchain Elliptic, seperti dikutip dari Venture Beat.

Temuan Elliptic menunjukkan, di tahun 2019, 829 juta USD Bitcoin telah dibelanjakan di dark web. Pembayaran ini digunakan untuk membeli banyak hal, mulai dari narkotika hingga kartu kredit curian.

Angka itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai tahunan pembayaran pasar gelap secara global yang diperkirakan mencapai 2,2 triliun USD. Sementara itu, pembayaran pasar gelap hanya merepresentasikan sekitar 0,5 % dari total pembayaran dengan Bitcoin sampai pertengahan 2019.

Bahkan beberapa tahun terakhir, ceruk pasar transaksi Bitcoin yang dapat dihubungkan ke aktivitas terlarang telah menurun secara drastis. Ini disebabkan oleh dua alasan.

Pertama, spekulasi mengemuka karena penggunaan utama mata uang digital sebagai aset, dengan aktivitas transaksi ritel dan institusional yang meningkat. Kedua, muncul kesadaran bahwa transaksi aset kripto tidak anonim dan pembayaran pasar gelap dapat diidentifikasi serta dilacak.

Mayoritas aset kripto, termasuk Libra, didasarkan pada semacam buku besar transaksi yang bersifat transparan, yakni blockchain. Siapa pun dapat mengunduh blockchain Bitcoin dan melihat detail setiap transaksi.

Identitas dunia nyata memang tidak tercatat, tetapi blockchain bisa digunakan untuk mengaitkan transaksi dengan pihak-pihak yang diidentifikasi, termasuk operator ransomware.

Jejak transaksi lengkap yang tersisa di blockchain publik juga memungkinkan kita melihat rekam jejak end-to-end dana mengalir di seluruh ekosistem mata uang kripto, yang menunjukkan jejak audit komprehensif dari semua transaksi. Sebagai perbandingan, pada transaksi tunai tidak ada visibilitas jejak transaksi.

Efektif Mencegah Pencucian Uang
Lembaga penegak hukum telah mengeksploitasi kemampuan ini untuk menangani pasar gelap, kelompok kriminal siber dan identifikasi pencucian uang. Perusahaan mata uang digital juga menggunakan blockchain guna memantau transaksi terlarang.

Di Amerika Serikat, contohnya, pertukaran mata uang digital dan layanan lainnya berada dalam ruang lingkup undang-undang kerahasiaan bank. UU ini mewajibkan mereka memahami dari mana dana pelanggan berasal dan menerapkan tindakan anti-pencucian uang lainnya.

Blockchain juga memungkinkan mereka menentukan sumber utama simpanan pelanggan dan membedakan antara pencucian uang dan transaksi bersih. [GP]

SHARE