Slash Bicara Kemungkinan Jika Tak Menjadi Gitaris - Male Indonesia
Slash Bicara Kemungkinan Jika Tak Menjadi Gitaris
MALE ID | News

Rambut gondrong dan ikal, topi hitam tinggi, kacamata hitam, dan sebatang rokok di bibir, menjadi gaya yang seakan sudah menjadi trade mark Slash.


Photo: Rockman/Wikipedia

Saul "Slash" Hudson begitu nama lengkapnya, memang dikenal sebagai salah seorang gitaris paling handal di dunia. Namun, menjadi seorang gitaris bukanlah satu-satunya cita-cita yang pernah dia inginkan. 

Slash mengaku, jika menjadi gitaris bukan sebagai takdirnya, maka Slash akan menjadi seorang animator atau ilustrator. Karena menurutnya, selain bermain gitar dia selalu memiliki gairah untuk menghasilkan karya seni.

Slash merasa dia akan mendapatkan pekerjaan di dunia kreatif jika dia tidak pernah menjadi bagian sebuah band atau bermain musik. “Saya mulai menggambar. Jadi jika saya tidak mengambil gitar, itulah yang masih akan saya lakukan,” tutur musikus bernama asli Saul Hudson itu kepada Metro UK.

Musikus yang juga tergabung dalam grup Velvet Revolver itu mengaku memiliki hobi lain seperti balap sepeda BMX. Sebenarnya, dia memiliki cita-cita untuk membalap motor motocross 250 cc. "Jadi di situlah kepalaku berada, tetapi aku melakukan banyak menggambar dan aku sudah sejak aku bisa memegang pensil,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, dia merasa lebih percaya diri untuk menjadi seorang animator atau ilustrator. Dia merasa, kesenian merupakan latar belakang dia.

Tak hanya itu, kesenian juga menjadi latar pendidikan dia semenjak berada di keluarganya. Para anggota keluarganya, diakui banyak yang merupakan seorang seniman. Sehingga dia percaya diri bila tak bermusik, dia akan menjadi sesuatu di dunia seni.

Akan tetapi, pelantun melodi gitar dalam lagu “Sweet Child O’Mine” itu mengatakan sulit bagi dirinya untuk meninggalkan gitarnya. “Tetapi saya mengambil gitar, dan saya belum benar-benar memikirkan hal lain. Sulit membayangkan seandainya saya tidak mengambil gitarnya,” tuturnya.

Masa-Masa Slah Bermusik
Pada usia 14 tahun, Slash ingin membuat band dengan Steven Adler, seorang kawan yang menjadi drummer Guns'n Roses. Awalnya, Slash ingin memainkan terompet. Namun, Adler memintanya untuk belajar bermain bass. 

Slash memang sempat kursus gitar dengan gitar flamenco satu senar pemberian neneknya, kecintaannya pada bass langsung hilang saat dia mendengar gurunya memainkan lagu Brown Sugar dari Rolling Stones. Slash pun memutuskan untuk belajar bermain gitar.

Tahun 1981, Slash membentuk band pertamanya Tidus Sloan. Dua tahun berselang, Slash bergabung bersama Adler membentuk Road Crew. Butuh pembetot bass, mereka memasang iklan audisi. Ketika itu, masuklah Duff McKagan. Sayang, band itu tidak bertahan lama dan bubar. 

Barulah pada tahun 1985, mereka membentuk Guns'n Roses dengan formasi Slash dan Izzy Stradlin pada gitar, Duff McKagan pada bass, Steven Adler pada drum, dan Axl Rose. Mereka memulai karier dengan mengamen dari klub satu ke klub lainnya. Dalam waktu singkat, mereka meraih ketenaran berkat skill dan tingkah laku urakan mereka.

Memulai Proyek Baru dengan Guns'n Roses
Ya, Slash memang sempat hengkang dari Guns'n Roses, tetapi ia memutuskan untuk kembali. Melansir laman NME, Slash menuturkan terkait album baru Guns'n Roses. Dia mengatakan band ini hanya baru saja memulai proyeknya.

“Pada saat sampai ke tempat orang membacanya, itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dari apa yang saya katakan secara langsung. Ada materi yang sedang Axl (Rose, vokal) kerjakan untuk sementara waktu. Itu bisa cukup untuk sebuah catatan jika kita menyatukannya,” tutur dia.

Para personel Guns N Roses sendiri juga telah masuk ke studio untuk menyelesaikan rekaman. Termasuk dia dan Duff McKagan yang mengisi bass pada band itu. Oleh sebab itu, dia menyebut semuanya benar-benar baru saja dimulai. *** (SS)

SHARE