Kehidupan Seksual Memburuk Karena Trauma - Male Indonesia
Kehidupan Seksual Memburuk Karena Trauma
MALE ID | Sex & Health

Bukan cuma berpengaruh pada kondisi mental seseorang, trauma di masa lalu juga bisa membawa dampak buruk pada kehidupan seksual pria di masa dewasa. Hal ini terungkap dari studi terbaru.

trauma - Male Indonesia
Photo by Krists Luhaers on Unsplash

Sebuah studi yang dipublikasikan ke dalam Journal of Sex & Marital Therapy melakukan survei pada 410 orang yang sedang menjalani terapi. Para peneliti mencari tahu tentang kehidupan seksual dan masa kecil para peserta, termasuk soal tekanan psikologis dan anggapan mereka tentang diri sendiri.

Sebagaimana dilansir dari Health, para peneliti menemukan bahwa mereka yang menunjukkan trauma di masa lalu cenderung kurang puas dengan kehidupan seksual mereka di masa dewasa, ketimbang orang yang tidak pernah mengalaminya.

Trauma yang dimaksud dalam penelitian ini bukan hanya terbatas pada tindakan pelecehan. Berbagai perilaku yang diterima seperti diabaikan orang tua, terpapar perilaku agresif, hingga bullying dari teman, juga bisa memengaruhi hubungan seksual di usia dewasa.

Timbulnya Perasaan Cemas
Para peneliti menemukan bahwa tekanan psikologis yang diakibatkan trauma, seringkali menimbulkan perasaan cemas atau khawatir. Hal ini berpengaruh pada kehidupan seks yang tidak memuaskan.

“Tekanan psikologis seperti depresi, kecemasan, lekas marah, gangguan kognitif, bisa mendorong penggunaan strategi menghindar untuk melarikan diri dari penderitaan atau keadaan psikologis yang tidak menyenangkan,” ujar peneliti, menukil Health.

“Pada gilirannya, itu dapat mengurangi perhatian dan kesadaran tentang apa yang terjadi pada saat ini,” ujarnya lagi.

Diam di Tempat
Hal ini akan membuat para penderita trauma kurang bisa menerima rangsangan seksual dan membuat hidupnya merasa kosong, tidak menyenangkan, negatif, kurang memuaskan, atau tidak berharga.

Holly Richmond, terapis seks di New York City, Amerika Serikat mengatakan bahwa hal tersebut kemungkinan juga terpengaruh alam bawah sadar penderita yang berada dalam mode diam.

“Respon paling umum untuk mereka adalah diam di tempat. Anda tidak pernah tahu apa yang menjadi pemicunya,” kata Richmond.

Kondisi ini secara tidak sadar menetap di pikiran hingga dewasa, bahkan ketika seseorang sedang mengalami sesuatu yang positif seperti kegiatan seksual. [GP]

SHARE