Gaslighting, Fenomena Berbahaya dalam Hubungan - Male Indonesia
Gaslighting, Fenomena Berbahaya dalam Hubungan
MALE ID | Relationships

Belakangan ini muncul istilah baru dalam hubungan, yakni gaslighting. Gaslighting adalah fenomena berbahaya yang dapat menimpa siapa saja.


Photo by Shvets Anna from Pexels

Istilah gaslighting merupakan bentuk kekerasan mental seperti berbohong dan memanipulasi seseorang secara psikologis sampai mereka mempertanyakan kewarasannya dan menerima realitas orang lain.

“Ini penyalahgunaan kekuasaan untuk mendominasi orang lain,” kata Patricia Pitta, terapis hubungan, seperti dilansir dari Men’s Health.

Anda mungkin tidak menyadari ketika mengalami gaslighting. Menurut terapis Gottman Mike McNulty, gaslighting bisa merusak kepercayaan diri seseorang dan apa yang mereka yakini. Hal ini juga membuat korban mengarahkan mereka melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan.

Mereka yang bermental stabil biasanya melakukan gaslighting untuk menutupi situasi tertentu, seperti selingkuh. Namun, rata-rata hal ini ditemui pada orang yang punya kepribadian sosiopat.

“Mereka berusaha mengendalikan orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka sendiri dengan cara manipulatif atau tidak jujur,” ujar McNulty.

Ada beberapa tanda yang menunjukan gaslighting dalam sebuah hubungan. Menurut McNulty, beberapa orang kerap tidak menyadari fenomena berbahaya ini dalam hubungan yang mereka jalani. Tanda gaslighting antara lain:

1.Sering berbohong

2.Bermain-main dengan rasa tidak aman pasangan

3.Perilaku dan kata-kata tidak sesuai

4.Memanipulasi hubungan

5.Menanyakan kewarasan Anda

6.Menuduh Anda memiliki hal buruk yang dilakukan

7.Anda semakin tidak yakin pada diri sendiri

Jika Anda merasa mengalami gaslighting, McNulty menyarankan untuk menceritakan kepada orang yang dipercaya. Anda harus keluar dari pengaruh gaslighter dan membuat perspektif Anda dipahami,” tutur dia.

Sangat mungkin tertarik pada lawan jenis dan menyadari bahwa mereka melakukan gaslighting setelah satu atau dua kali kencan. Jika telah berkali-kali terjebak dalam situasi tersebut, sebaiknya Anda pergi ke terapis.

Menurut Pitta, Anda harus mencari tahu apa penyebab Anda tertarik dengan pelaku gaslighting. Bisa jadi, Anda adalah tipe pria yang penurut.

Biasanya, wanita bersifat mengendalikan mencari pasangan pria yang bisa mereka jadikan ‘boneka’. Tentunya, semua menjadi lebih rumit saat Anda menjalin hubungan jangka panjang dengan pelaku gaslighting.

Jika seseorang melakukan gaslighting karena menutupi situasi tertentu seperti selingkuh, ada harapan menyelamatkan hubungan jika ia benar-benar menyesal dan bersedia mencoba terapi pasangan.

“Banyak orang selingkuh tidak berpikir mereka akan mencari cara untuk membuat selingkuhannya pergi atau berpura-pura itu tidak pernah terjadi,” ucap McNulty.

Ketika wanita perlahan-lahan melakukan gaslighting pada Anda dan ia tidak menyesal, McNulty menambahkan, kemungkinan besar ia memiliki gangguan kepribadian.

“Saya akan mendukung mengakhiri hubungan. Mengubahnya secara pribadi membutuhkan waktu dan banyak motivasi. Itu jauh lebih rumit dan seringkali tidak terjadi,” katanya. [GP]

SHARE