Google Tengah Kembangkan Media Sosial Baru - Male Indonesia
Google Tengah Kembangkan Media Sosial Baru
MALE ID | Digital Life

Raksasa teknologi dunia, Google disebut sedang menyelesaikan aplikasi media sosial baru yang diberi nama Shoelace. Aplikasi berbasis lokasi ini dibuat satu bulan pasca Google Plus resmi dimatikan.


Photo by PhotoMIX Ltd. from Pexels

Jika dibandingkan media sosial dengan fitur masif seperti Facebook, Shoelace lebih mirip seperti salah satu fitur Event di Facebook. Event untuk mengatur acara dan kegiatan lokal berbasis wilayah. Pihak Google telah melakukan serangkaian uji coba aplikasi di kota New York, Amerika Serikat.

Sebagaimana dilansir dari The Verge, pengguna dapat membuat daftar kegiatan yang disukai. Lalu, Shoelace dirancang untuk merekomendasikan sejumlah kegiatan lokal yang dapat dipilih pengguna. Fitur ini disebut Loop.

Di samping itu, pengguna juga bisa mengatur acara sendiri dan didukung dengan teknologi peta antarmuka (interface map). Karena hal ini, Shoelace disebut layak menggantikan aplikasi Google Plus yang ditutup pada 2 April 2019 lalu.

Kendati demikian, seperti yang diberitakan Android Police, Google sempat meluncurkan jejaring sosial media serupa yakni Schemer di tahun 2012. Sayang sekali, aplikasi itu pun lenyap setelah dua tahun mengudara.

Berbeda dari media sosial lainnya, Shoelace berfokus pada pertemuan antar pengguna yang memiliki minat sama dan memudahkan mereka untuk merencanakan pertemuan lebih lanjut di masa depan.

Pada tahap uji coba kali ini, Google menjalin kemitraan dengan komunitas terpilih di kota New York. Namun perusahaan membatasi aplikasi Shoelace, di mana hanya dapat dijalankan pada perangkat yang sudah dibekali sistem operasi Android 8.0 Oreo dan iOS 11.

Menyoal masalah privasi, melalui laman resmi Shoelace, perusahaan menyatakan sangat menaruh perhatian pada masalah itu. Maka, saat aplikasi berhasil diunduh, pengguna diwajibkan untuk segera bergabung ke komunitas yang bermitra dengan mereka.

“Kami sangat memperhatikan keselamatan dan privasi di Shoelace. Setelah mengunduh aplikasi, kami meminta setiap pengguna untuk bergabung dengan sebuah komunitas,” tulis Juru Bicara Shoelace, mengutip The Verge.

“Kami juga bekerja keras memastikan bahwa semua yang Anda lihat di Shoelace selaras atau sesuai dengan standar komunitas kami.” [GP]

SHARE