Pandangan Wanita Saat Anda Mau Open Relationship? - Male Indonesia
Pandangan Wanita Saat Anda Mau Open Relationship?
Sofan | Women Chat

Hubungan Anda dengan pasangan terkadang membatasi Anda untuk bisa mengenal orang lain, apalagi hanya untuk berteman dengan wanita lain.

Dan untuk menjadikan lebih fleksibel, pilihan untuk mencoba open relationship menjadi sarana untuk bisa lebih membebaskan keduanya untuk dekat dengan orang lain. Tanpa harus membuatkan terlihat aneh hingga memancing keributan.

Hanya saja, apakah memang bisa open relationship sebagai solusi atau justru menjadi pisau bermata dua yang memberikan kebebasan semu yang disisi lain meruntuhkan hubungan Anda sendiri.

Untuk lebih jelasnya, simak opini para wanita melihat kehadiran open relationship.

Pio Yoland, Karyawan Swasta

open relationship - Male Indonesia

Hubungan open relationship ya. Aku sih enggak setuju kaya gitu, soalnya kalau kita sudah menjalani hubungan, kita harus bisa mejaga hati satu sama lain. Jadi aku bukan termasuk tipe cewek yang mengikuti tren seperti itu.

Bahayanya, kalau menurut aku, seperti yang udah tahu ya, pergaulan sekarang (maaf) salah satunya free seks gitu, takutnya kita yang udah menjaga-jaga dengan baik, ternyata si dia main dengan wanita lain, dan amit-amit dia terus tiba-tiba kena penyakit. Makanya aku anti banget sama dengan hubungan open relationship itu.

Kalau misalnya aku nemuin cowok yang suka open relationship gitu, aku enggak buru-buru putusin sih. Aku lihat dulu dia tujuannya apa. Misalnya kalau cowok ini lebih punya kepastian untuk masa depan aku daripada pacar aku, aku pilih dia. Tapi kalau cuma sekadar pacaran-pacaran aja, aku sih enggak mau.

Sasha Lauder, MC

open relationship - Male Indonesia

Sebenarnya, open relationship merupakan versi halus dari selingkuh. Agak sedikit manusiawi karena dilakukan out in the open, dan berdasarkan persetujuan kedua belah pihak.

If you’re still in a relationship phasego for it. Karena untuk bisa memutuskan berkomitmen dengan satu orang sampai mati, itu perkara luar biasa besar. You never know sebenarnya orang seperti apa yang benar-benar pas sama karakter kita. Seberapa jauh kita bisa toleransi keburukan pasangan kita. Saat statusnya sudah berkeluarga, I’m strongly against that.  

 Perlu diingat, kalau open relationship tidak ada jealousy itu omong kosong. Once again, di saat kamu sudah menyayangi seseorang, akan ada rasa kepemilikan terhadap orang tersebut. Dan ketika dia harus kamu share dengan orang lain, pasti ada rasa jealous, akan terkompensasi karena kamu melakukan hal yang sama.

Dulu waktu masih awal-awal pacaran, aku pernah melakukan open relationship. Mungkin bentuknya tidak terlalu eksklusif bahwa kita pacaran. Aku bilang coba aja, tapi belum mau berkomitmen. We’ll see how it goes. But why not, daripada kamu selingkuh, bohong dan tidak tenang, mending kita sepakat sejak awal.

Maharani, Model

open relationship - Male Indonesia

Menurut aku mengerikan yah ,karena pertama aku orang nya cemburuan dan enggak akan sanggup menjalani open relationship. Melihat pasangan aku dengan wanita lain, membuatku tidak nyaman dan meragukan daya tahan hubungan aku dan pasangan.

Tapi kembali ke orangnya masing-masing, jika mau mencoba open relationship. Harus siap menanggung risikonya dan siap membiasakan diri.

Jujur sih, aku pun pernah jalanin hubungan itu ,dimana aku tahu dia punya pasangan dan aku belajar ikhlas aja, sedangkan aku posisinya single . Tapi karena aku sudah nyaman dibuatnya sama dia, jadi tetap aku jalani dan pada akhirnya berjalan tidak sesuai rencana.

SHARE