Teknologi Buatan Tangan Menakjubkan di Apollo 11 - Male Indonesia
Teknologi Buatan Tangan Menakjubkan di Apollo 11
Sopan Sopian | Story

Menjadikan para astronot Apollo 11 ke bulan pada Juli 1969 membutuhkan pengembangan berbagai teknologi tinggi inovatif yang luar biasa, diciptakan dengan kecepatan tinggi, seperti roket terbesar di dunia, komputer terkecil, tercepat, paling gesit di dunia, jaringan data berkecepatan tinggi pertama di seluruh dunia, hingga makanan antariksa dan kereta dune yang siap digunakan di bulan.


Gambar oleh NASA-Imagery dari Pixabay

Masalahnya adalah, pada akhir 1960-an banyak dari teknologi visioner yang dibutuhkan untuk misi ke bulan melebihi kemampuan manusia untuk membuatnya dengan cara yang sama maju pada saat itu. 

Jadi ada hal yang mengejutkan pada bagian-bagian penting dari pesawat ruang angkasa Apollo ketika akhirnya dibuat dan dirakit dengan tangan. Selain itu, ada beberapa teknologi lain yang justru tidak disadari bahwa ini dibuat dengan tangan.

Baju Antariksa
Seperti dilansir dari History, pakaian antariksa Apollo adalah keajaiban teknologi tinggi, di mana 21 lapisan kain bersarang di sana, cukup kuat untuk menghentikan mikrometeorit, namun cukup fleksibel untuk memungkinkan para astronot melakukan semua pekerjaan yang perlu mereka lakukan di bulan.

Baju antariksa itu adalah karya Playtex. Beberapa lapisan kain dalam setelan diadaptasi langsung dari bahan Playtex yang digunakan dalam bra dan girdle-nya. Tetapi merakit pakaian antariksa itu dianggap sebagai pekerjaan yang rumit dan kritis sehingga dilakukan dengan tangan. Divisi Playtex itu sekarang merupakan perusahaan independen bernama ILC Dover.

Penjelajah Bulan
AS mengirim tiga mobil listrik ke bulan selama misi Apollo, dan kendaraan bulan yang cerdik itu mengubah pengalaman eksplorasi di bulan. Mereka secara dramatis memperluas jangkauan yang tidak bisa dijangkau oleh astronot. 

Dengan adanya mobil tersebut, para astronot merasakan kegembiraan yang luar biasa karena melakukan zooming dengan menggunakan alat tersebut di bulan. Para astronot juga sering tertawa ketika merasakan pengalaman berkendara di bulan.

Untiknya, desain canggih untuk mengatasi permukaan bulan yang sangat halus, sangat abrasif. Roda luar dibuat dari anyaman kawat, dalam bentuk ban. Ketika roda berputar, jala melentur terbuka, kotoran di permukaan Bulan jatuh kembali dan roda kembali ke bentuk ban mereka.

Kawat ini diambil dari kawat piano. Karena daya tahannya, fleksibilitasnya, dan stabilitasnya. Kawat piano berlapis seng dipotong dengan tangan dan dianyam dengan tangan menjadi sebuah jaring, di atas alat tenun yang dirancang khusus, dan kemudian dibentuk menyerupai jaring dari ban karet. 

Perisai Panas
Untuk kembali ke rumah dari bulan, para astronot Apollo dan kapsul mereka harus kembali berkobar melalui atmosfer bumi. Kapsul itu bergerak 25.000 mph saat memasuki kembali atmosfer, dan gesekan dengan cepat menciptakan suhu 5.000 derajat Fahrenheit.

Solusi agar tidak terjadi kebakaran, perusahaan Massachusetts, Avco, datang dengan bahan yang sama sekali baru, sejenis resin, yang akan melindungi kapsul dari panas. Tetapi materi baru itu sendiri menimbulkan tantangan: bagaimana cara mengikatnya pada kapsul. Salah satu caranya pada saat itu tentu denagn tangan. *** (SS)

SHARE