Orang Kaya Lebih Susah Tangani Konflik Hubungan - Male Indonesia
Orang Kaya Lebih Susah Tangani Konflik Hubungan
MALE ID | Relationships

Ketika mencari jodoh, kualitas adalah nomor satu, dan tak sedikit pria dan wanita menginginkan orang kaya sebagai pasangannya.


Photo by Eduardo Dutra from Pexels

Namun tidak selamanya orang yang memiliki penghasilan lebih selalu membawa dampak positif. Sebab dari sebuah studi terbaru, ditemukan bahwa orang kaya memiliki banyak masalah dalam hubungan mereka. Apa pasal?

Sebagaimana dilansir dari Bravo TV, menurut psikolog di University of Waterloo, masyarakat yang memiliki kelas sosial lebih tinggi dikaitkan dengan kemampuan mereka yang lebih rendah untuk menghadapi konflik interpersonal. Mereka menganggap bahwa sebagian besar masalah bisa diatasi dengan uang.

Penelitian tersebut mengatakan kurangnya keterampilan orang kaya dalam berhubungan atau kencan dengan orang lain di luar pendidikan tinggi mereka, karena mereka tidak memiliki kebijaksanaan mendalam terhadap perasaan dan empati.

Bahkan mereka cenderung tidak mampu mengenali dunia yang berubah, melihat perspektif yang berbeda, apalagi memahami tingkat intelektual yang rendah.

Seseorang dengan kelas sosial atas dapat menikmati manfaat status kognitif, lingkungan yang dapat menghambat kemampuan atau motivasi mereka menjadi bijak.

Sebaliknya, sumber daya yang rendah dan ancaman terkait seseorang dengan kelas sosial bawah dapat mempromosikan penalaran bijak mengenai masalah interpersonal atau kencan, sehingga ia mungkin bersikap waspada dan mengelola ketidakpastian jauh lebih besar.

Sebuah studi yang dibagi dua dilakukan demi mendapatkan hasilnya. Di awal penelitian, terdapat 2.145 responden dengan latar belakang sosial ekonomi berbeda-beda.

Para responden diminta untuk mengingat kembali konflik yang baru saja mereka alami beberapa waktu belakangan. Entah bersama seorang teman atau di lingkungan kerja. Kemudian, mereka diminta menilai konflik tersebut.

Studi kedua, sebanyak 299 responden dari Michigan yang berasal dari kelas menengah ke bawah diminta untuk memeriksa sebuah surat dan menanyakan bagaimana situasi tersebut berkembang.

Kedua studi tersebut membuktikan, bahwa orang-orang yang berasal dari kelas sosial lebih tinggi mendapat nilai yang lebih buruk dalam penalaran kebijaksanaan.

Sebabnya cukup jelas, mereka dikelilingi oleh orang kaya lainnya dan tidak menggantungkan kesuksesan pada sebuah kerja sama. Jika sebuah konflik terjadi di dalam hubungan, orang kaya tidak akan tahu bagaimana untuk mengatasinya. [GP]

SHARE