Para Petinggi Teknologi Kembali Kecam CEO Facebook - Male Indonesia
Para Petinggi Teknologi Kembali Kecam CEO Facebook
Gading Perkasa | Digital Life

Salah satu petinggi Wikipedia, Larry Sanger, beberapa waktu lalu mencurahkan kekesalannya terkait peran Facebook di dunia internet. Ia mengecam platform media sosial itu yang menganggap CEO Facebook Mark Zuckerberg telah menyalahgunakan kekuasaannya.

Photo: wikimedia commons

Larry Sanger juga menyalahkan platform media sosial lainnya seperti Twitter dan Google, karena telah memanfaatkan data pengguna untuk mendatangkan keuntungan perusahaan. Dalam dunia bisnis media sosial sendiri, pertukaran data memang jadi hal yang biasa.

Walau begitu, petinggi Wikipedia tersebut menilai skandal data yang terjadi di Facebook dinilainya sudah di luar batas. Menurutnya, algoritma Facebook bisa berdampak pada kondisi psikis penggunanya.

“Mereka bisa membentuk pengalaman Anda, mengontrol apa yang Anda lihat, kapan Anda melihatnya. Tanpa disadari, Anda menjadi roda dari mesin mereka,” ujar Sanger, seperti dilansir dari BGR.

Menurut Sanger, dunia internet tidak dapat dipimpin oleh seseorang seperti Mark Zuckerberg atau para elit Sillicon Valley saat ini. Ia menilai orang-orang yang berada di perusahaan teknologi itu memiliki banyak kekurangan.

“Mereka tidak mampu, tidak memiliki temperamen, terlalu mengontrol. Mereka tidak mengerti soal konsep bekerja dari bawah ke atas,” tutur dia.

Ini bukan pertama kalinya Facebook mendapatkan kritik pedas dari tokoh teknologi penting. Sebelumnya, bos Apple, Tim Cook juga pernah berkomentar soal perusahaan tidak bisa sembarangan membongkar dan mengumpulkan data pribadi untuk kemudian dijual kepada pihak lain atau pengiklan.

Bahkan rekannya, mantan Chief Security Facebook, Alex Stamos, turut melontarkan kritik soal kebijakan baru yang dikeluarkan mantan bosnya itu. Yakni hilangnya moderasi ucapan untuk menyaring perilaku buruk pengguna.

Chris Hughes, rekan Zuckerberg saat mendirikan Facebook, ikut berkomentar miring soal kekuasaan Zuckerberg. Menurut Hughes, Zuckerberg terlalu berlebihan dan ia meminta pemerintah untuk memisahkan Facebook, Instagram, serta Whatsapp.

Hughes mengungkapkan kekecewaan dengan kondisi Facebook saat ini di kolom opini The New York Times. Ia merasa bahwa dirinya memiliki andil terhadap apa yang telah diperbuat Zuckerberg terhadap dunia digital ini.

“Sudah 15 tahun sejak saya ikut mendirikan Facebook di Harvard, dan saya belum bekerja di perusahaan dalam satu dekade. Tapi saya merasakan amarah dan ikut bertanggung jawab,” tulis Hughes. [GP]

SHARE