Jangan Asal, Bawa Motor Kopling Ada Aturannya - Male Indonesia
Jangan Asal, Bawa Motor Kopling Ada Aturannya
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Mengendarai motor kopling jadi pilihan banyak pria. Bukan sekadar mengejar kesan jantan dan gagah, melainkan juga performa yang mampu memacu adrenalin.

Motor Kopling - Male IndonesiaPhoto by Guduru Ajay bhargav from Pexels

Pengendara motor bisa mengatur bukaan kopling dan gas sesuka hati guna mengejar torsi. Tentu ini jadi keseruan tersendiri dibandingkan mengendarai motor matik atau bebek.

“Motor kopling cenderung membuat orang menjadi agresif karena rpm dapat dipaksa sedikit lebih tinggi. Secara defensif, pengendara memiliki kontrol emosi yang tidak dijaga karena kondisi jalan macet dan distraksi dari pengendara lain,” kata Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

Agar Anda bisa membawa motor kopling dengan aman, nyaman, dan tidak mengganggu pengendara lain, ada sejumlah aturan yang tidak boleh dilanggar. Apa saja?

Mampu Menguasai Emosi
Menguasai emosi saat berkendara menjadi hal penting yang harus dimiliki pengendara. Kondisi lalu lintas yang kacau sangat mungkin memancing Anda menjadi agresif, bahkan tidak terkendali.

Ini diabaikan oleh kebanyakan pengendara motor kopling di kota-kota besar. Mereka ingin cepat sampai tujuan karena tangan pegal di tengah kemacetan. Bila sudah termakan emosi, bukan tidak mungkin pengendara akan mencelakakan dirinya sendiri maupun orang lain.

“Kunci utamanya yaitu mengendalikan emosi, tidak mudah terpancing pengendara lain atau terburu-buru. Pakai etika dan empati saat mengendarai motor kopling,” kata Sony.

Buka Tutup Gas
Membuka dan menutup gas adalah hal krusial. Di momen tertentu, kepanikan kerap terjadi, dan bagi pengendara pemula biasanya secara spontan memuntir gas sampai habis.

Cara buka dan tutup gas yang salah juga akan menimbulkan kerusakan pada motor, ini ditandai dengan gear belakang yang mengalami aus. Begitu juga kontrol kopling. “Tetap lakukan buka tutup gas secara gradual, dan jangan lepas kopling secara tiba-tiba,” ujar dia.

Kendalikan RPM 
Mengendarai motor kopling bukan hanya soal memutar gas saja dan motor langsung melaju. Baiknya memperhatikan kebutuhan, dengan melihat rpm yang ada di bagian spidometer motor.

Jika tidak mengendalikan rpm, risikonya adalah keborosan BBM pada motor. “Harus jaga rpm dan hindari overtune. Perpindahan gear harus disiplin pada torsinya atau maksimal 3.000 rpm,” tuturnya. [GP]

SHARE