Apa Alasan Ander Herrera Keluar Dari Setan Merah? - Male Indonesia
Apa Alasan Ander Herrera Keluar Dari Setan Merah?
MALE ID | Sport & Hobby

Gelandang berbakat asal Spanyol, Ander Herrera beberapa waktu lalu mengungkap alasan dirinya meninggalkan Manchester United pada akhir musim 2018/2019 dan bergabung dengan Paris Saint Germain (PSG) di musim 2019/2020.

Photo: wikimedia commons

Ander Herrera termasuk salah satu pemain andalan di lini tengah Manchester United sejak didatangkan pada 2014 silam. Tidak diragukan lagi bahwa pemain itu menjadi sosok penting bagi setiap manajer “Setan Merah”.

Namun, tidak diperpanjangnya kontrak Ander Herrera oleh klub sempat memantik kritik dari para fans. Mantan pemain Athletic Bilbao ini sendiri mengaku jika pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, berusaha ingin mempertahankannya.

Hanya saja Ander Herrera merasa pergerakan manajemen MU begitu lambat. Dia telah menerima tawaran dari PSG, yang menunjukkan keseriusan untuk meminangnya.

“Saya tidak suka melihat masa lalu, tetapi ada perbedaan mengenai proyek dan kepentingan saya di dalamnya,” kata Ander Herrera, seperti dilansir dari Tribal Football.

Herrera pun lebih memilih pergi dari Manchester United setelah kontraknya habis pada akhir musim 2018/2019. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak klub, suporter dan Ole Gunnar Solskjaer.

“Tawaran perpanjangan kontrak mereka datang sangat terlambat, dan saat itu saya sudah membuat keputusan bermain di Paris Saint Germain. Saya merasa senang karena keputusan itu,” ucap Herrera, sebagaimana dikutip dari Sportskeeda.

"Saya menikmati kontak luar biasa dan stadion yang indah ini, memiliki pesona yang hanya bisa disandingkan dengan beberapa stadion lainnya,” ucapnya lagi.

Bermain di Manchester United menjadi salah satu pengalaman fantastis sepanjang karier Herrera. Pemain kelahiran Bilbao itu tampil dalam 189 pertandingan dengan mencetak 20 gol dan memberikan 27 assist.

Walau demikian, Herrera tidak ingin terlalu banyak membahas masa lalu. Bagi dia, kepindahannya ke PSG juga terkait perbedaan mengenai proyek berkarier dan beberapa kepentingan di dalamnya.

“Memang benar, menjadi Pemain Terbaik MU pada 2017 membuat Anda sangat spesial dan senang. Tetapi saya belajar sesuatu dari setiap pelatih. Saya pergi bersama setiap momen yang saya alami di Manchester,” tutur dia. [GP]

SHARE