Peduli Satwa, Pelaku Fashion Hadirkan Gagasan Baru - Male Indonesia
Peduli Satwa, Pelaku Fashion Hadirkan Gagasan Baru
Sopan Sopian | Whats Up

Curated multibrand pop up store yang digagas Jakarta Fashion Week Fashionlink x #BLCKVNUE telah menginjak tahun ketiga. Di tahun ketiganya ini, menghadirkan gagasan baru pada pada gerai toko mereka.

Toko berukuran 738 meter persegi yang menampung puluhan label desainer nasional berbakat itu senantiasa menjalankan misi mulia, tidak hanya untuk industri mode, namun juga untuk tujuan-tujuan Iain yang setiap tahunnya dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan misi-misi sosial.

Berlokasi di lantai dua, Senayan City, Jakarta Selatan juga pernah mengumpulkan donasi untuk pusat satwa terlantar sebagai misi pilihannya. Digandeng Savana Furniture dan didukung oleh WWF-Indonesia, Fashionlink x #BLCKVNUE meluncurkan program “Fashion Habitat”.

“Jadi saat dltawarkan sebuah konsep Instalasi yang juga bisa meningkatkan interaksi dengan pengunjung kami sangat tertarik, apalagi instalasi ini  juga dapat dlkaitkan dengan sebuah tujuan baik, yaitu konservasi satwa.” ujar Lenni Tedja, Director Jakarta Fashion Week.

lnstalasi interaktif ini terdiri atas tiga sosok hasil kreasi desainer muda Hendro Hadinata, yaitu Badak Jawa (Rhinoceros sondalcus) Harimau Sumatera (Panthera tigris sondaica), dan Hiu Paus (Rhmcodon typus).

“Proyek ini saya namakan NUR Project, sebuah art installation project yang dengan tujuan mengikis ketidakpedulian atau kurangnya rasa ingin tahu masyarakat terhadap fauna terancam punah. Harapannya, melalui objek yang kekinian seperti ini, kepedulian masyarakat dapat terpanggil untuk kemudian menjadi tindakan nyata untuk perlindungan satwa,” ungkap Hendro dalam kesempatan yang sama.

Di tempat yang sama pula, pihak WWF-lndonesia menyambut baik langkah inovatif dalam menggabungkan industri kreatif dan konservasi. 

"Kolaborasi fashion, interior design serta seni instalasi dan konservasi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku industri dan peminat produk industri kreatif akan pentingnya penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan di Indonesia," kata Ade Swargo Mulyo, Direktur Kemitraan WWF-Indonesia.

Ade juga menambahkan, praktik-praktik berkelanjutan tidak hanya mengusung semangat ‘ramah lingkungan’ namun erat kaitannya dengan menjawab berbagai tantangan Iainnya seperti kemiskinan, konsumsi masyarakat dan kesehatan.

"Kami meyakini, pelaku dan konsumen industri kreatif dapat berperan dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati untuk mencapai kesejahtraan bersama," ujar Ade.

SHARE