Studi: Pria Lebih Rapuh Saat Hubungan Berakhir - Male Indonesia
Studi: Pria Lebih Rapuh Saat Hubungan Berakhir
Gading Perkasa | Relationships

Ketika hubungan berakhir, wanita terlihat lebih menderita daripada pria. Malah, pria dianggap bersikap biasa dan tidak larut dalam kesedihan saat itu terjadi.

hubungan berakhir - Male Indonesia Photo by Darwis Alwan from Pexels

Bahkan pria cenderung lebih mudah mendapatkan pasangan baru dibandingkan wanita. Barangkali, mantan kekasih Anda pernah menyebut jika Anda lebih cepat move on. Apakah itu benar adanya?

Seperti dilansir dari Hello Sehat, apa yang diperlihatkan oleh pria tidak selalu sama dengan yang dirasakan. Pria juga sedih dan galau saat hubungan berakhir, namun mereka tidak benar-benar menunjukkan kesedihannya.

Hampir sebagian besar pria menyembunyikan hubungan romansa dengan orang lain, karena mereka tak ingin dinilai rapuh. Sebagai gantinya, mereka akan memilih untuk menghabiskan waktu bersama temannya dan melakukan hal yang tidak sempat terwujud saat menjalin hubungan. Ini yang bikin pria tampak lebih cepat move on.

Walau pria lebih cepat menemukan pengganti, kaum hawa cenderung lebih baik saat menyembuhkan rasa sakit mereka ketimbang pria. Berdasarkan studi yang dilakukan para peneliti di Binghamton University, pria disebut bisa move on lebih cepat, namun sakit hati yang dialami masih belum terobati sempurna.

Studi tersebut melibatkan 5.705 orang dari 96 negara sebagai responden. Para peneliti meminta responden menilai dengan menggunakan angka di rentang 0 - 10 sepuluh untuk menggambarkan seberapa besar rasa sakit yang mereka alami saat hubungan berakhir.

Nilai 0 berarti tidak merasakan efek apa pun, dan nilai 10 menggambarkan sakit hati yang luar biasa. Hasil studi mengungkap bahwa rata-rata skor wanita adalah 6,84. Sedangkan pria memiliki skor rata-rata 6,58. Wanita juga lebih menderita secara fisik dengan nilai rata-rata 4,21, sementara pria hanya sebesar 3,75.

Sekali lagi, meski wanita mengalami sakit hati yang lebih parah, mereka dapat mengatasinya cepat. Studi juga menyebutkan, kaum adam sangat kesulitan untuk menyembuhkan luka hati mereka secara total.

“Pria akan merasakan kerugian sangat dalam untuk jangka waktu yang lama dan sulit benar-benar sembuh. Mereka mencoba mengganti apa yang telah hilang, namun akhirnya mereka pun sadar, bahwa kehilangan yang mereka alami itu tidak tergantikan,” kata peneliti. [GP]

SHARE