Performa Rossi Menurut Legenda Hidup MotoGP - Male Indonesia
Performa Rossi Menurut Legenda Hidup MotoGP
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Legenda hidup MotoGP yang meraih 15 kali juara dunia balap motor, Giacomo Agostini, mengaku sedih melihat kondisi Valentino Rossi yang tiga kali gagal finish secara beruntun di MotoGP 2019.

Photo: wikimedia commons

Pasca terjatuh di Mugello, Italia, The Doctor tertabrak Jorge Lorenzo di Catalunya, Spanyol. Setelah itu, ia terjatuh lagi di Assen, Belanda.

Selain masalah grip dan elektronik Yamaha YZR-M1 yang tak kunjung beres sejak tahun 2017, Giacomo Agostini menyebut bahwa Rossi tengah menjalani masa krisis. Walau dapat memaklumi Rossi masih senang ikut balapan di MotoGP, Agostini menilai sudah saatnya ia memikirkan masa depan.

“Vale telah melakukan apa yang ia bisa. Tapi saat ini, ia tak mampu bertahan di depan, dan itu memunculkan banyak masalah. Waktu akan berlalu bagi semua orang. Sama seperti Maradona, Cassius Clay, dan saya. Jika tidak, saya juga bakal tetap balapan sekarang,” kata Giacomo Agostini, seperti dilansir dari Tutto Motori.

 
 

Agostini pun mengakui, bahwa keputusan pensiun pasti akan sangat sulit diambil oleh setiap atlet. Kendati demikian, ia yakin seorang pembalap sekaliber Rossi harus benar-benar matang memikirkan masa depannya.

Ia juga yakin, jika ‘kesenangan’ ini terus menerus dilanjutkan, maka pemilik nomor 46 itu akan mengalami trauma psikologis yang cukup parah di masa mendatang. Agostini mengatakannya karena ia mendapat pengalaman serupa.

“Saat merasa tak bisa menang lagi, saya memutuskan pensiun seminggu sesudahnya. Momen itu menciptakan trauma. Dan saya yakin trauma Vale nantinya akan lebih besar. Saya menangis selama tiga hari usai balapan terakhir saya. Tahun-tahun berlalu, kemudian Anda akan menyadarinya dan mulai berpikir,” tutur dia.

Usia Valentino Rossi sudah memasuki kepala empat. Ia dipastikan masih turun di MotoGP, setidaknya sampai akhir 2020. Walau paceklik kemenangan dan belum juara dunia lagi sejak 2009, ia belum menunjukkan tanda-tanda ingin pensiun.

Ditambah lagi fakta bahwa Rossi tak lagi membidik gelar dunia ke-10, dan hanya ingin merasakan sensasi kemenangan, membuat Agostini makin cemas.

“Meski tak menang, ia tetap senang finish di posisi 4 atau 5. Vale sangat mencintai balapan, dan ini justru membuatnya mengalami momen sulit. Kami semua ingin selalu jadi nomor satu, tapi para rival sangat kuat. Apakah ia masih bisa menang, siapa tahu,” ujar Agostini. [GP]

SHARE