Cerita-Cerita Kuno Saat Meteor Jatuh dan Melintas - Male Indonesia
Cerita-Cerita Kuno Saat Meteor Jatuh dan Melintas
Sopan Sopian | Story

Komet dan meteor telah memesona umat manusia sejak pertama kali terlihat di langit malam. Tetapi sebelum ada eksplorasi sains dan luar angkasa untuk membantu pemahaman tentang apa bongkahan batu dan es tersebut, budaya kuno sering beralih ke mitos dan legenda untuk menjelaskannya.

Meteor - male IndonesiaPhoto by Alexander Andrews on Unsplash

Dalam laman Ancient Origins, orang-orang Yunani dan Romawi percaya bahwa penampakan komet, meteor, dan hujan meteor sangat penting. Pasalnya hal tersebut menandakan sesuatu yang baik atau buruk telah terjadi atau akan terjadi.

Ada anggapan bahwa, ketika meteor atau komet itu datang, dapat menandakan kelahiran seorang tokoh besar, dan beberapa orang bahkan berpendapat bahwa bintang di langit yang cerah kemudian diikuti oleh orang Majus Persia ke Betlehem untuk melihat Yesus yang baru lahir, sebenarnya adalah sebuah komet.

Di lain cerita, pada musim semi 44 SM, sebuah komet yang muncul ditafsirkan sebagai tanda pendewaan dari Julius Caesar, setelah kematiannya. Dan pada saat itu, ketika pemakannya, dan putra angkat Caesar, Octavianus (segera menjadi Kaisar Agustus) sebagian besar komet melintas di langit.

Peristiwa luar biasa itu kemudian sering dirayakan dalam sumber-sumber kuno. Dalam puisi epiknya, Aeneid, Virgil menggambarkan bagaimana "sebuah bintang muncul di siang hari, dan Augustus membujuk orang untuk percaya bahwa itu adalah Caesar".

Hujan Meteor
Sejarawan Romawi Cassius Dio menyebut "bintang-bintang komet" ketika meteor berjatuhan melintas begitu banyak pada pada 30 Agustus SM. Ia menurutkan bahwa hal tersebut salah satu pertanda yang disaksikan setelah kematian ratu Mesir Cleopatra. 

Sebagian para ahli, menghubungkan hal tersebut dengan hujan meteor Perseid tahunan. Meskipun memiliki nama Yunani kuno, banyak orang sekarang tahu bahwa kedatangan hujan meteor Perseid setiap Agustus sebenarnya adalah orbit Bumi yang melewati puing-puing dari komet Swift-Tuttle.

Hujan meteor ini dinamai untuk Perseidai, yang merupakan anak dari pahlawan Yunani kuno Perseus. Perseus adalah sosok legendaris dengan silsilah keluarga yang baik. Ia adalah putra mitos Zeus dan putri Danaive (perempuan hujan emas). *** (SS)

SHARE