Perjalanan Patung Liberty jadi Ikon Amerika - Male Indonesia
Perjalanan Patung Liberty jadi Ikon Amerika
Sopan Sopian | Story

Patung Liberty, yang memiliki tinggi 305 kaki, enam inci di atas New York Harbor, adalah salah satu simbol yang paling dikenali dari Amerika. Semua orang di dunia tahu patung ini. Kendati sudah menjadi ikon, ternyata banyak cerita dibaliknya.


Gambar oleh A. H. dari Pixabay

Mengutip laman History, Patung Liberty ini diciptakan oleh pemahat Prancis yang belum pernah menginjakan kakinya ke Amerika Serikat, yakni Frederic Auguste Bartholdi. Ia datang ke Amerika pada tahun 1871 hanya untuk meyakinkan penduduk setempat tentang mimpinya membangun sebuah patung monumental.

Patung Liberty sendiri terinpirasi dari seorang wanita kolosal yang membawa lentera di pintu masuk Terusan Suez. Sosok yang diusulkan yang ia sebut "Liberty Enlightening the World," adalah seorang wanita dengan mahkota sinar dan memegang obor tinggi-tinggi di satu tangan dan sebuah buku di tangan lainnya. 

Awalnya Bartholdi ingin Patung Liberty ini berdiri di Central Park sebelum akhirnya berdiri dan menetap di Pulau Bedloe. Bartholdi melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat dari Washington, DC ke Los Angeles untuk mempromosikan idenya, tetapi dia tidak dapat memperoleh dukungan pemerintah.

Setelah itu dia kembali ke Prancis dan mulai bekerja dengan temannya Edouard de Laboulaye, yang selama bertahun-tahun menginginkan dibangunnya monumen Prancis-Amerika.

Pada tahun 1875, Laboulaye membentuk Uni Franco-Amerika untuk mengumpulkan dana 250.000 dolar untuk membiayai pembuatan patung Bartholdi. Idenya adalah bahwa orang Amerika, pada gilirannya, akan mengumpulkan uang untuk pangkalan patung itu.

Sayangnya itu tidak mudah untuk membuat orang Amerika Serikat, khususnya di New York City, untuk mengumpulkan dana begitu saja. Pada tahun 1876, untuk membangkitkan lebih banyak antusiasme, Bartholdi memamerkan tangan dan obor patung itu di Pameran Centennial Philadelphia.

Akhirnya orang-orang mulai penasaran, mereka mempertanyakan mengapa tidak menampilkan seluruh badannya. Bartholdi kemudian memberikan petunjuk bahwa, dia hanya akan meletakkan patung yang sudah jadi di Philadelphia saja.

Sebagian warga New York, dengan cepat setuju untuk menunjukkan tangan dan obor di Madison Square dan mengiklankan proyek tersebut demi merangsang lebih banyak kontribusi. Pada tahun 1880-an, Komite Amerika untuk Patung Liberty mengumpulkan uang untuk pembangunan alas patung dengan menjual model suvenir kecil dari Patung Liberty itu sendiri. 

Upaya itu menyebabkan penyebaran miniatur Patung Liberty di seluruh Amerika Serikat dan dunia, dan membantu membangun patung dalam imajinasi publik sebagai simbol Amerika. Berbagai upaya penggalangan dana lainnya digelar, salah satunya dari pertunjukan teater.

Emma Lazarus menulis sebuah puisi, "The New Colossus," yang dibacakan di sebuah pameran seni penggalangan dana pada tahun 1883. (Dua dekade kemudian, itu tertulis pada sebuah plakat perunggu di dinding bagian dalam alas patung itu).

Ketika upaya penggalangan dana yang heroik itu belum cukup, Joseph Pulitzer, penerbit Tabloid New York World , datang untuk menyelamatkan proyek tersebut. Pulitzer memuat artikel pada bulan Maret 1885 di korannya, yang mendorong pembaca untuk menyumbang lebih banyak uang untuk pangkalan dengan menunjukkan bahwa patung itu sendiri telah dibayar oleh "rakyat Prancis, baik oleh para pekerja, pedagang, anak-anak, hingga pengrajin."

Kemudian kalimat itu dilanjutkan dengan "Orang Amerika juga harus melakukan bagiannya." Pulitzer berhasil mendesak. Surat kabar itu mampu mengumpulkan $ 100.000 untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Patung itu akhirnya tiba pada tahun 1885 di New York dengan 350 rangkaian, dan dibutuhkan waktu satu tahun untuk dirakit. Akhirnya, pada bulan Oktober 1886, Patung Liberty didedikasikan dalam upacara dan mendapatkan tepuk tangan selama 15 menit penuh sebelum Presiden Grover Cleveland memulai pidato singkatnya. Keagungan patung besar itu langsung membuatnya menjadi magnet turis. 

Patung itu juga kemudian menjadi simbol Amerika yang lebih menonjol selama Perang Dunia I. Patung ini juga menjadi salah satu pemandangan yang ditatap tentara AS ketika mereka berlayar untuk berperang di Eropa, serta salah satu hal pertama yang mereka lihat ketika mereka akhirnya kembali ke rumah. *** (SS)

SHARE