Unik, Google Map Bisa Prediksi Kepadatan Penumpang - Male Indonesia
Unik, Google Map Bisa Prediksi Kepadatan Penumpang
Sopan Sopian | Digital Life

Google terus berinovasi dengan menambah kemampuan pada aplikasi Google Maps, dan yang terbaru adalah fitur untuk angkutan umum. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui jadwal bus atau kereta berdasarkan informasi lalu lintas terkini dan prediksi kepadatan penumpang di dalam bus.


Gambar oleh Deepanker Verma dari Pixabay

"Google Maps meluncurkan dua fitur baru untuk membantu Anda merencanakan perjalanan transit dengan lebih baik dan tetap merasa nyaman," ujar Manajer Produk Google Maps Hasaballah dan Anthony Bertuca dalam blog resmi Google.

Fitur prediksi kepadatan crowdedness prediction, dapat ditemukan ketika mengklik ikon angkutan umum saat mencari arah menggunakan Google Maps. Maps akan memberikan informasi apakah bus atau kereta penuh berdasarkan perjalanan-perjalanan sebelumnya.

Menurut Google, informasi ini dapat membantu pengguna untuk memutuskan apakah mau berdesakkan saat bus penuh atau menunggu angkutan berikutnya. Berdasarkan data analisa Google, kepadatan penumpang angkutan umum terjadi saat jam sibuk, yakni pukul 06.00 hingga 10.00 untuk periode Oktober 2019 hingga Juni 2019.

 
 

Tercatat terdapat 10 kota di dunia yang memiliki kepadatan tertinggi. Kesepuluh kota tersebut adalah Buenos Aires rute Urquiza (Argentina), Sao Paulo (Brasil) rute 11, Buenos Aires rute A, Sao Paulo rute 8 Diamante, Paris (Prancis) rute 13, Buenos Aires rute C, Tokyo (Jepang) rute Chuo, Sao Paulo rute 9 Emerald, Tokyo rute Nippori-Toneri dan New York (Amerika Serikat) kereta L. Sementara Indonesia tidak ada dalam daftar tersebut.

Lebih lanjut Google Maps juga menghadir fitur bernama live traffic delays yang dapat prediksi jadwal kedatangan bus berdasarkan situasi lalu lintas terkini. Google menyebut fitur ini dihadirkan untuk wilayah-wilayah yang belum memiliki informasi jadwal bus dari pemerintah setempat

"Pengguna sekarang dapat melihat apakah bus akan terlambat, lama penundaannya, dan waktu tempuh perjalanan yang akurat berdasarkan kondisi lalu lintas langsung di sepanjang rute," kata Hasaballah dan Bertuca.

Pengguna nantinya juga akan melihat persis titik di mana keterlambatan pada peta, yang menunya dapat dijumpai saat menelusuri arah di Google Maps. "Anda dapat menjumpai fitur baru Google Maps di hampir 200 kota di seluruh dunia," tulis Google tanpa merinci kota-kota yang dimaksud. *** (SS)

SHARE