Adrien Rabiot, Harapan Baru Si Nyonya Tua - Male Indonesia
Adrien Rabiot, Harapan Baru Si Nyonya Tua
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Usai kegagalan transfer ke Barcelona musim panas 2018, disusul berbagai rumor yang mengaitkannya dengan Liverpool dan Manchester United, kepindahan Adrien Rabiot menjadi kenyataan.

Photo: wikimedia commons

Keseriusan Juventus mengejar tanda tangannya dan prospek baru “Si Nyonya Tua” di bawah asuhan manajer Maurizio Sarri membuat pemuda kelahiran 3 April 1995 tersebut tertarik hengkang ke Turin.

Meski belum ada pernyataan resmi, sejumlah media Italia mengabarkan Rabiot bakal diikat lima musim serta gaji 7 juta Euro per musim.

“Juventus adalah klub besar, di mana setiap orang pasti ingin bermain untuk mereka,” ungkap Rabiot di akun Twitter resminya.

Peran Rabiot di Nyonya Tua
Dengan nama-nama seperti Aaron Ramsey, Blaise Matuidi, hingga Miralem Pjanic di lini tengah Juventus, hampir dipastikan Rabiot tidak akan mendapat peran sebagai pemain box to box.

Artinya, peran paling mungkin untuknya adalah gelandang jangkar yang berdiri di kedalaman, seperti halnya Jorginho saat memperkuat tim Sarri di Napoli dan Juventus.

Peran ini sebenarnya bukan hal baru bagi Rabiot. Hanya saja, pada musim terakhirnya di Paris St. Germain, dia sering bermain di posisi yang lebih tinggi. Menurut Transfermarkt, dari 19 kali tampil musim 2018/2019, 12 laga dijalani Rabiot dengan peran sebagai box to box.

Butuh adaptasi
Rabiot sebenarnya cuma perlu adaptasi dengan intensitas dalam pendekatan Sarri. Sebab, secara kualitas dia punya potensi untuk melampaui pemain tengah lain di La Vecchia Signora. Potensi tersebut bisa dilihat dari data Whoscored, yang menyebut akurasi umpan Rabiot di semua kompetisi menyentuh angka 92,4 %.

Pada akhirnya, Rabiot butuh waktu di bawah asuhan Sarri. Sejak konferensi pers pertamanya usai jadi pelatih Juve, Sarri selalu menekankan satu hal, dia tidak akan memaksakan kehendak para pemainnya.

Reputasi kurang meyakinkan
Namun waktu bukan satu-satunya yang menentukan. Andai Rabiot mampu beradaptasi dan menjalankan peran sesuai keinginan Sarri, masalah di luar lapangan berpotensi merusak keharmonisan tim.

Berdasarkan rekam jejak, Rabiot terbilang bukan pemain yang punya reputasi bagus dalam mengatasi masalah di luar lapangan. Setidaknya itu menurut pengakuan beberapa orang.

“Saya merasa kepribadian dan kurangnya profesionalitas pemain macam Adrien Rabiot terhadap klub, rekan-rekan setimnya, dan suporter selalu menjadi sesuatu yang sulit diterima,” tutur direktur olahraga PSG, Antero Henrique, melansir dari The Guardian.

Rabiot bikin PSG berang karena mempermainkan kontraknya. Kendati demikian, keluhan Henrique bukan ditujukan untuk itu saja.

Berbagai masalah di luar lapangan dihadirkan Rabiot. Misalnya saat ia terlibat dalam video pesta di klub malam sesaat sebelum kekalahan PSG dari Manchester United di Liga Champions. Oleh sebagian suporter PSG, video itu disebut sebagai biang kerok di balik penurunan performa tim saat menghadapi Setan Merah.

Saking besarnya dendam suporter PSG pada Rabiot, dalam sebuah laga Coupe de La Ligue, mereka membentangkan spanduk besar bertuliskan “Rabiot, kami tidak membutuhkanmu.”

Ditambah lagi tindakan kontroversial Rabiot yang menolak bergabung dengan Timnas Prancis lantaran hanya dimasukkan pelatih Didier Deschamps dalam waiting list Piala Dunia 2018. Ia bahkan mengaku tidak akan bersedia bergabung kalau hanya menjadi cadangan.

Berbagai kecaman muncul, salah satunya dari legenda hidup sepak bola Prancis, Franck Ribery. Kejadian itu pula yang bikin hubungan Rabiot dan Deschamps renggang.

“Itu adalah sikap yang berakibat buruk, apalagi akhirnya Prancis bisa juara dunia tanpanya. Orang-orang Prancis mengabaikannya karena dia sendiri tak bermain sebagus itu untuk Timnas Prancis,” kata Dominique Severac, jurnalis senior Perancis, seperti dikutip dari Bleacher Report.

Dengan seluruh reputasi buruknya, dapatkah Rabiot memberikan hal positif di Juventus? Mengingat Sarri dikenal tak pandang bulu terhadap pemain yang bertingkah di klub asuhannya. [GP]

SHARE