Keyakinan Untuk Melestarikan Kopi Robusta Lampung - Male Indonesia
STARTUP
Keyakinan Untuk Melestarikan Kopi Robusta Lampung
MALE ID | Works

Menjadi seorang pebisnis memang tidak mudah. Ketekunan dan keyakinan memang menjadi salah satu modal dalam membangun sebuah bisnis. Entah apapun itu bisnis yang akan dijalani. Keyakinan bisa menjadi motivasi tersendiri bagi pebisnis untuk bisa sukses di kemudian hari.

Photo: Sopian/Male Indonesia

Berangkat dari motivasi itulah, founder Kisah Kopi Rahmad Rizky membangun bisnisnya di Jakarta. Tepatnya berada di Jl Kendal No 1 Menteng. Kepada MALE Indonesia, pria asal Lampung ini bercerita bagaimana mengawali kariernya di Jakarta. 

Kisah Kopi merupakan kedai kopi dengan cita rasa biji kopi Robusta Lampung yang dipadukan dengan susu. Lewat label kopinya yang disajikan memakai gelas plastik kekinian, ciri khas biji kopi robusta Lampung pun dikreasikan menjadi berbagai varian.

Ada Kopi Rajo Bandar, Kopi Suttan Mangkunegaro, Kopi Nyaik, Kopi Buyah, Kopi Ayah Man, Kopi Pak Atu dan lainnya. 

Digaji Rp 25 ribu Per Hari
Rizky, begitu sapaan akrabnya menuturkan, usai lulus Sekolah Menangah Atas (SMA), dari Lampung ia terbang ke Jakarta. Tidak untuk melanjutkan pendidikan, melainkan mencari kerja. Setibanya di Jakarta, ia pergi ke kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sana ia bekerja di sebuah restoran pizza.

"Di sana saya dapat gaji Rp 25 ribu perhari. Itu harus dibagi buat makan dan bayar kos," ceritanya.

"Awalnya sulit, tapi lambat laun saya bisa lewati fase itu. Waktu itu saya kerja kalau dihitung, tiga bulan dapat gaji Rp 1,1 juta. Karena tidak setiap hari kerja," tambahnya.

Photo: Sopian/Male Indonesia

Selama satu tahun lebih ia harus menjalani itu, hingga akhirnya, di tahun 2012, ia pindah ke restoran pizza lain dengan gaji standar UMR (Upah Minimun Kabupaten/Kota). Kendati sudah memiliki penghasilan yang lumayan, nampaknya Rizky belum cukup puas.

Rizky mengaku, meski nilai rata-rata saat sekolah tidak begitu bagus. Kendati seperti itu, ia selalu memiliki rasa ingin belajar. Bahkan ia penasaran dengan karier lain. Pada 2013, kata Rizky, ia ada rasa keinginan untuk menjadi seorang kasir di tempat hiburan seperti Ancol.

"Saya terpacu, apalagi nama Ancol sudah besar. Sayangnya saya tidak teliti. Setelah interview, ternyata status saya outsourcing," tuturnya.

Kendati memiliki gaji yang tidak begitu besar namun cukup, Rizku selalu berganti-ganti pekerjaan. Bahkan ia sempat menjadi cutomer service di sebuah tempat kebugaran di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Selain itu pernah juga di sebuah restoran di bagian FnB.

Sayangnya, di sana juga ia tak bertahan lama. Hingga akhirnya ia diminta oleh sang Ibu untuk melamar pekerjaan di perusahaan pamannya. "Saya diberitahu mamah saya untuk bekerja di tempat om sendiri. Tapi enggak mudah juga, harus profesional, saya juga melewati tes dan interview. Akhinya saya diterima di Cafe Ruang Tengah sebagai supervisor," ucap Rizky.

Modal dari Tabungan
Di tempat pamannya inilah, bisa dikatakan awal dari bisnis yang dimiliki Rahmad Rizky. Oleh pamannya ia diajarkan bagaimana berbisnis dan mengelola bisnis itu sendiri. Selama bekerja di Ruang Tengah itu, ia menyadari di mana lingkungan komunitasnya adalah penikmat kopi.

"Awalnya diajak staf saya, dikenalin ke orang-orang pecinta kopi (komunitas kopi). Dia resign, saya jalan sendiri, saya dapat ilmunya dari komunitas itu. Di tambah saya juga sejak kecil sudah dikenalin kopi, jadi gampang masuknya," jelas pria bertato itu.

Photo: Sopian/Male Indonesia

Sayangnya, ketika membicarakan bisnis yang akan digelutinya. Rizky tak mendapat restu dari pamannya sekaligus bos di mana ia bekerja.  "Om saya awalnya ragu, karena menurutnya dari kopi saya tidak bisa kaya. Tapi saya terpacu di bisnis kopi ini," ujarnya.

Rizky mengaku, ada pacuan di kepalanya yang mebuatnya terus memotivasi untuk berbisnis. Ada keyakinan yang membuatnya bisa untuk berjalan di bisnis yang ia pilih. Akhirnya, berawal dari modal sendiri, ia membuka kedai Kisah Kopi pada Februari 2019 dengan biaya Rp 100 juta. "Modal ini dari tabungan saya selama bekerja," ucapnya.

Nama Kisah Kopi
Selain dari lingkungan komunitas Kopi, Rizky mengaku ada hal lain mengapa ia mantap berbisnis kopi. Berbekal kebun kopi di kampung halaman dan kisah dari almarhum nenek. “Itu sebabnya saya namakan Kisah Kopi karena ada story di balik kopi saya,” jelasnya.

“Saya angkat kopi robusta Lampung karena kecintaan terhadap daerah asal. Apalagi saya ingin melestarikan warisan nenek, kemudian dicampur dengan bahan lain,” kata Rizky.

Rizky membantah jika dibalik itu semua ada embel-embel tren kopi yang sedang menjamur. Justru ia ingin menjadi produk kopinya menjadi tren di kampung halamannya, Lampung.

"Ini murni keinginan saya. Justru saya ingin menasionalkan Kisah Kopi. Artinya ingin membuka cabang di seluruh Indonesia," mantapnya.

Walau ini kedai kopi, tapi ia tak memasang WiFi seperti coffee shop pada umumnya. Menurutnya, nongkrong tidak membutuhkan WiFi. "Saya setuju saja kalau tempat lain ada WiFi, tapi menurut saya ada WiFi akan membengkakan cost pemiliknya," tandasnya. **** (SS)

SHARE