Usia Bertambah, Apa yang Terjadi dengan Mr. P? - Male Indonesia
Usia Bertambah, Apa yang Terjadi dengan Mr. P?
Gading Perkasa | Sex & Health

Selain kulit mengendur, gigi mulai tanggal, dan rambut beruban, perubahan yang jarang disadari oleh kaum adam adalah ukuran organ intimnya, yaitu Mr P.

organ intim - Male IndonesiaPhoto by Carlos Alberto Gómez Iñiguez on Unsplash

Mr P merupakan bagian tubuh seperti yang lainnya, dan penuaan itu hal normal, sekalipun mungkin terasa sedikit menakutkan. Ketika usia bertambah, ada beberapa hal yang terjadi pada organ vital dan bola pria. Ukuran ‘torpedo’ akan berubah lantaran tubuh diatur testosteron.

Seperti dikutip dari Metro, pubertas tubuh pria pertama kali memproduksi testosteron dan mencapai puncak pada akhir remaja hingga awal 20-an. Namun, setelah melewati usia 40, testosteron akan berkurang secara subtansial sehingga mengubah ukuran Mr P.

Apabila pria mempunyai lebih banyak lemak pada tulang kemaluan di atas penisnya, kulit ini bisa mulai melorot sehingga membuat alat vital pria terlihat lebih kecil.

Terlepas dari ukuran yang berubah, bukan berarti itu bisa menyusut dalam semalam. Jika tubuh sehat, Anda berpeluang mempertahankan ukuran Mr P.

Akan tetapi, pada sejumlah pria ada yang mengalami penyusutan permanen karena kulitnya kehilangan elastisitas dan sel-sel sehat digantikan oleh kolagen. Selain itu organ vital bisa membengkok. Ada kemungkinan jika Mr P melengkung secara signifikan seiring bertambahnya usia.

Kurva ini disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai penyakit peyronie, di mana jaringan parut berserat menumpuk di dalam penis. Ini dipicu cedera atau patah tulang saat berhubungan intim dan biasanya menyerang pria berusia 40 hingga 60 tahun.

Menurut British Association of Urological Surgeons, disfungsi ereksi alias impotensi terjadi pada 50 hingga 55 % pria berusia antara 40 hingga 70 tahun, tetapi itu tidak terbatas pada kelompok usia ini. Penyebab kisaran disfungsi ereksi bisa faktor fisik, neurologis, atau keduanya.

‘Bola’ Anda juga akan terkulai dan menyusut ketika kadar testosteron turun. Tubuh pun menghasilkan lebih sedikit sperma, yang menyebabkan skrotum mengecil. Selain itu, rambut kemaluan menipis atau berubah warna menjadi abu-abu. Ini juga merupakan tanda kadar testosteron menurun.

Beberapa pria yang menemukan ‘bolanya’ mulai terkulai, sebagian disebabkan kurangnya elastisitas kulit. Jika mengalaminya, Anda bisa melakukan latihan khusus mengangkat skrotum atau memilih melakukan prosedur bedah guna mengubah droop (dikenal sebagai scrotoplasty). [GP]

SHARE