Alasan Instagram Bakal Sembunyikan Jumlah Like - Male Indonesia
Alasan Instagram Bakal Sembunyikan Jumlah Like
Gading Perkasa | Digital Life

Instagram sebelumnya dikabarkan sedang menguji fitur sembunyikan jumlah like di unggahan pengguna. Kini, Adam Mosseri selaku Head of Instagram, mulai membahas kemungkinan hadirnya fitur itu secara luas.


Photo by energepic.com from Pexels

Dalam diskusi di program CBS This Morning, Mosseri mempertimbangkan bagaimana cara meningkatkan pengalaman pengguna di Instagram serta melawan bullying di media sosial. Ia mengatakan bahwa Instagram memprioritaskan kenyamanan dan kesehatan penggunanya.

“Salah satu ide yang sedang kami uji saat ini yaitu menyembunyikan jumlah like. Karena kami tidak ingin Instagram menjadi ajang persaingan,” tutur dia, seperti dilansir dari CNET.

“Kami ingin Instagram menjadi tempat orang-orang menghabiskan waktu untuk berhubungan dengan orang terkasih dan hal-hal yang mereka senangi,” tuturnya lagi.

 
 

Dalam pengujian yang telah dilakukan di sejumlah kawasan, Mosseri mengungkapkan pengguna dapat melihat jumlah like dari unggahan mereka sendiri. Namun, orang lain tidak akan bisa melihatnya. “Jadi, Anda tidak bisa membanding-bandingkan lewat jumlah like.

Di samping itu, pengguna juga sudah mulai melihat notifikasi berisi peringatan sebelum dan setelah mengirim suatu komentar bernada ofensif.

“Kami tidak memblokir Anda. Kami hanya mengatakan, ‘Ini terlihat kurang baik, apakah Anda mau mengulangnya?’” ujarnya.

“Fitur ini masih dalam tahap pengujian. Dan kami melihat orang-orang, tidak semuanya, masih minoritas tapi berarti, mulai mengubah apa yang mereka katakan dan mengucapkan hal-hal baik.”

Sebelumnya, dua pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger, memutuskan untuk keluar dari perusahaan pada September 2018 lalu. Karena itu, Mosseri lantas ditunjuk sebagai pemimpin Instagram. Ia turut mengungkapkan kesannya mengambil alih kepemimpinan di media sosial tersebut.

“Saya benar-benar sangat terkejut oleh bagaimana reaksi orang-orang di Instagram terhadap saya. Beberapa dari mereka seperti menunggu dan berpikir apa yang dapat saya lakukan. Awalnya saya memperkirakan tensi lebih tinggi dibandingkan yang saya terima,” ucap dia.

Satu hal yang juga disinggung oleh Mosseri adalah teknologi deepfakes atau pemalsuan wajah seseorang. Deepfakes menimbulkan kecemasan terhadap penyebaran informasi palsu.

Ditambah lagi, ada satu video hoax yang dimanipulasi dengan deepfakes dan menampilkan wajah CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Mosseri mengakui, saat ini Instagram belum memiliki aturan terkait deepfakes. [GP]

SHARE